Shell dan Pertamina Patra Niaga Belum Capai Kesepakatan Pasokan Base Fuel, Bensin Masih Kosong

- Sabtu, 01 November 2025 | 06:10 WIB
Shell dan Pertamina Patra Niaga Belum Capai Kesepakatan Pasokan Base Fuel, Bensin Masih Kosong
Belum Ada Kesepakatan Komersial Shell dan Pertamina Patra Niaga untuk Pasokan Base Fuel

President Director & Managing Director Mobility Shell Indonesia, Ingrid Siburian, mengungkapkan bahwa pihaknya belum mencapai kesepakatan komersial dengan Pertamina Patra Niaga terkait pasokan base fuel.

Apa Itu Base Fuel?

Base fuel merupakan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang masih dalam keadaan murni, sebelum ditambahkan zat aditif atau pewarna. Pasokan bahan baku ini sangat penting untuk produksi berbagai jenis BBM ritel.

"Saat ini belum ada kesepakatan business to business terkait aspek komersial untuk pasokan base fuel dari Pertamina Patra Niaga," jelas Ingrid dalam pernyataannya.

Proses Negosiasi Masih Berlanjut

Meski belum ada kepastian, Shell Indonesia menegaskan bahwa pembahasan antar-bisnis mengenai pasokan impor base fuel ini masih terus berjalan. Perusahaan juga aktif berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait lainnya.

Tujuannya adalah agar produk BBM jenis bensin dapat segera tersedia kembali di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell, dengan tetap mematuhi standar keselamatan operasional, prosedur, dan pedoman pengadaan yang berlaku.

Shell turut menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami oleh para pelanggannya.

Layanan SPBU Shell Saat Ini

Sementara menunggu pasokan base fuel, jaringan SPBU Shell tetap melayani pelanggan dengan produk dan layanan lainnya. Produk yang masih tersedia adalah:

  • Shell V-Power Diesel
  • Shell Select
  • Shell Recharge
  • Layanan bengkel
  • Pelumas Shell

Adapun produk BBM bensin seperti Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro untuk sementara masih belum tersedia.

Perbandingan dengan Kompetitor

Sebagai perbandingan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sebelumnya mengonfirmasi bahwa SPBU BP telah berhasil menyepakati pembelian 100 ribu barel BBM dari Pertamina Patra Niaga.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, membenarkan hal ini. Kesepakatan tersebut merupakan hasil negosiasi yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan, yang akhirnya membuat stok BBM di SPBU BP mulai pulih.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar