Harga Minyak Mentah Stabil & Batu Bara Melonjak: Dampak Gencatan Dagang AS-China

- Jumat, 31 Oktober 2025 | 08:24 WIB
Harga Minyak Mentah Stabil & Batu Bara Melonjak: Dampak Gencatan Dagang AS-China

Harga Minyak Mentah Stabil, Batu Bara Melonjak: Reaksi Pasar Atas Gencatan Senjata Dagang AS-China

Harga minyak mentah menunjukkan stabilitas pada perdagangan Kamis, didorong oleh optimisme investor menyusul potensi gencatan senjata dalam perang dagang antara Amerika Serikat dan China. Momen positif ini terjadi pasca pertemuan Presiden AS, Donald Trump, dengan pemimpin China, Xi Jinping, di Korea Selatan.

Kesepakatan AS-China Pengaruhi Pasar Komoditas

Dalam kesepakatan yang dibahas, Donald Trump menyetujui penurunan tarif terhadap China menjadi 47 persen dari sebelumnya 57 persen. Sebagai imbalannya, China berkomitmen untuk melanjutkan pembelian kedelai AS, menjaga ekspor tanah jarang, dan menindak tegas perdagangan fentanil ilegal. Kesepakatan satu tahun ini menjadi sinyal positif bagi perekonomian global.

Performa Harian Komoditas Utama

Minyak Mentah

Harga minyak berjangka Brent tercatat naik tipis 0,1 persen atau 8 sen ke level USD 65,00 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga menguat 0,1 persen atau 9 sen menjadi USD 60,57 per barel.

Batu Bara

Harga batu bara mengalami lonjakan tajam, menutup perdagangan dengan kenaikan signifikan sebesar 4,81 persen. Nilainya berada di posisi USD 108,90 per ton, mencerminkan reaksi pasar yang sangat positif.

Minyak Kelapa Sawit (CPO)

Harga Crude Palm Oil (CPO) ditutup dengan penguatan yang terbatas. CPO mengalami kenaikan ringan sebesar 0,19 persen, sehingga harga berada di level MYR 4.260 per ton.

Nikel

Berbeda dengan komoditas energi, harga nikel justru mengalami tekanan pelemahan. Pada penutupan perdagangan, nikel tercatat melemah sebesar 1,01 persen ke level USD 15.250 per ton.

Timah

Harga timah juga terpantau turun, mengikuti tren pelemahan logam industri. Berdasarkan data London Metal Exchange (LME), harga timah merosot 1,08 persen dan ditutup pada level USD 35.792 per ton.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar