Siang itu di Pelabuhan Merak, suasana justru terasa lengang. Padahal, Lebaran 2026 tinggal hitungan hari. Yang menarik, kondisi sepinya ini paling terasa di area kelas eksekutif. Hanya beberapa mobil saja kebanyakan plat B atau Jabodetabek yang terlihat mengantre di zona tunggu, itu pun hanya memenuhi satu lajur dari beberapa yang tersedia.
Kalau dilihat dari pintu masuk pelabuhan, arus kedatangan kendaraan juga belum menunjukkan gelombang yang berarti. Banyak lajur buffer zone masih kosong melompong, memberikan kesan yang jauh dari hiruk-pikuk mudik seperti yang biasa kita bayangkan.
Lalu, kapan puncak kepadatan diperkirakan terjadi?
Menurut Heru Widodo, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, puncak arus mudik tahun ini diprediksi baru akan terjadi pada tanggal 18 dan 19 Maret.
“Jadi, prediksi kami untuk arus mudik puncaknya adalah ada di tanggal 18 sampai dengan tanggal 19 Maret 2026 untuk wilayah Jawa dan wilayah Sumatera,” jelasnya dalam sebuah konferensi pers, Senin (16/3).
Data terbaru dari ASDP per 16 Maret memang memberi gambaran. Dalam kurun 24 jam, penyeberang dari tiga pelabuhan Merak, Ciwandan, dan BBJ Bojonegara mencapai 75.805 orang. Kendaraan roda empat yang dibawa sekitar 9.826 unit.
Angka itu mungkin terdengar besar. Namun begitu, jika dirunut sejak masa angkutan Lebaran dibuka sepuluh hari sebelumnya, total penumpang yang sudah menyeberang dari Jawa ke Sumatera baru menyentuh 363.607 orang. Tampaknya, gelombang utama benar-benar masih menunggu waktu.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun