Peringkat Kredit Indonesia BBB Dipertahankan R&I dengan Outlook Stabil
Lembaga pemeringkat kredit ternama, Rating and Investment Information, Inc. (R&I), kembali mengonfirmasi sovereign credit rating Indonesia di level BBB dengan outlook stabil pada Oktober 2025. Peringkat ini menegaskan posisi Indonesia yang tetap dua tingkat di atas ambang batas investment grade.
Fundamental Ekonomi Indonesia yang Kuat Jadi Penopang
Keputusan R&I mencerminkan keyakinan yang kuat terhadap fundamental perekonomian Indonesia. Beberapa faktor pendukung utama meliputi ekspansi demografi yang menguntungkan, kekayaan sumber daya alam yang melimpah, serta pertumbuhan sektor industri pengolahan yang konsisten.
Lembaga tersebut juga menilai bahwa inflasi Indonesia tetap stabil, didukung oleh tingkat utang pemerintah yang terjaga dan penerapan kebijakan moneter serta fiskal yang prudent (hati-hati dan terukur).
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi dan Komitmen Fiskal
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menyambut positif keputusan R&I ini. Dalam pernyataannya, Perry menyebutkan bahwa R&I memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 akan berada di kisaran 5 persen, yang sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia.
Dari sisi eksternal, defisit transaksi berjalan diperkirakan tetap rendah, sekitar 1 persen dari PDB. Sementara itu, dari sisi fiskal, Pemerintah berkomitmen penuh untuk menjaga defisit anggaran di bawah batas aman 3 persen dari PDB.
Sinergi BI dan Pemerintah untuk Pertumbuhan Berkelanjutan
Perry Warjiyo menekankan pentingnya upaya bersama yang lebih kuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Sinergi yang erat antara Bank Indonesia dan Pemerintah dinilai krusial untuk semakin memperkuat persepsi positif investor internasional terhadap prospek ekonomi Indonesia ke depan.
Bank Indonesia juga berkomitmen untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik, serta mengambil langkah-langkah kebijakan yang diperlukan untuk menjaga stabilitas dan mendukung pertumbuhan.
Artikel Terkait
MNC Sekuritas Gelar Kuliah Umum di Universitas MH Thamrin, Dorong Literasi Pasar Modal Berbasis Pemahaman Geopolitik Global
Menkeu Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh Mendekati 6 Persen hingga Akhir 2026
IHSG Ditutup Menguat 1,15 Persen ke 7.174, Didorong Sektor Konsumer dan Keuangan
IHSG Ditutup Menguat 1,15 Persen ke 7.174, Saham DPUM dan ESIP Puncaki Top Gainer