Jurnalis Australia Robert Martin Resmi Syahadat Setelah Perjuangkan Palestina

- Selasa, 09 Desember 2025 | 07:20 WIB
Jurnalis Australia Robert Martin Resmi Syahadat Setelah Perjuangkan Palestina

Robert Martin, jurnalis Australia yang selama ini dikenal sebagai suara lantang pembela Palestina, dikabarkan telah mengambil langkah personal yang cukup mengejutkan: memeluk Islam.

Kabar ini beredar cukup luas sebelum akhirnya dikonfirmasi oleh pria itu sendiri. Martin, yang reputasinya dibangun dari kritik media yang tajam dan advokasi tanpa lelah untuk hak asasi manusia rakyat Palestina, baru-baru ini menyatakan syahadat.

Menurut sejumlah saksi, perjalanan spiritualnya ini sangat personal dan berakar dari pengalaman langsungnya di tanah Palestina. Di sanalah ia menyaksikan dengan mata kepala sendiri realitas pahit pendudukan. Pengalaman itu, rupanya, membuka matanya. Ia merasa selama ini telah disesatkan oleh narasi media Barat tentang Islam dan konflik di Timur Tengah secara keseluruhan.

Ia pun memutuskan untuk mengakhiri spekulasi.

"Rumor yang beredar memang benar, aku sudah memutuskan untuk memeluk Islam. Dan aku sangat damai dengan keputusanku," tulis Martin di akun Instagram pribadinya, Senin lalu.

Ungkapannya singkat saja, tapi terasa sangat dalam.

Nama Robert Martin sendiri bukan hal baru. Di Australia dan di kalangan aktivis internasional, ia dihormati atau kadang ditakuti karena liputannya yang blak-blakan dan konsistensi membela yang ia anggap benar. Karyanya sering kali menyoroti sisi manusiawi yang terlupakan dalam konflik yang berlarut-larut.

Maka, keputusannya untuk masuk Islam tidak serta-merta dilihat sebagai lompatan yang tak terduga. Bagi banyak pengamat dan tentu saja komunitas Muslim yang menyambutnya, langkah ini justru terasa seperti kelanjutan alami dari nilai-nilai kemanusiaan yang sudah lama ia perjuangkan. Sebuah pencarian yang akhirnya menemukan rumahnya.

Tanggapannya pun beragam. Banyak yang memberi selamat dan doa, melihat ini sebagai bentuk keimanan yang tulus. Di sisi lain, tentu saja, selalu ada yang mempertanyakan. Namun Martin tampaknya sudah mantap. Ia menemukan kedamaian dalam pilihannya, dan kini, perjalanan barunya sebagai seorang Muslim mulai ditapaki.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar