Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa proyek kereta cepat Whoosh Jakarta-Bandung memiliki misi strategis untuk menghidupkan ekonomi daerah di sekitar jalur operasinya. Dalam pernyataannya, Purbaya menyoroti pentingnya pengembangan wilayah di setiap titik pemberhentian kereta cepat Whoosh.
Kereta cepat Whoosh saat ini beroperasi dengan empat stasiun utama: Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar. Setiap lokasi stasiun dirancang untuk menjadi pusat pertumbuhan ekonomi baru yang dapat mendorong perkembangan kawasan sekitarnya.
"Whoosh memiliki misi pengembangan wilayah di setiap titik pemberhentiannya. Pengembangan ekonomi regional di sekitar stasiun Whoosh perlu terus digencarkan untuk memaksimalkan dampak positifnya," jelas Purbaya usai mengikuti Sarasehan 100 Ekonom Indonesia.
Menteri Keuangan juga menekankan bahwa proyek Whoosh tidak lagi menjadi beban fiskal negara. Pendanaan operasional dan pengembangan kereta cepat ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab Danantara Indonesia, sehingga tidak membebani anggaran pemerintah.
Artikel Terkait
Danantara Awasi Langkah Demutualisasi BEI, Siap Ambil Posisi?
Pertamina Turunkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Lebih Murah di Jakarta
Pemerintah Pacu Likuiditas dan Buka Data Pemilik Saham demi Pikat Investor Global
Jeffrey Hendrik Ditunjuk Jadi Plt Dirut BEI Gantikan Iman Rachman