Jakarta masih ramai oleh arus mudik balik. Pasca libur panjang Isra Mikraj kemarin, jalanan menuju ibu kota kembali dipadati kendaraan. Rivan A. Purwantono, Dirut PT Jasa Marga, melaporkan bahwa tercatat 157.436 kendaraan telah kembali ke wilayah Jabotabek.
Angka kumulatif itu dihitung dari empat gerbang tol utama: Cikupa dari arah Merak, Ciawi dari Puncak, lalu Cikampek Utama dari Trans Jawa, dan Kalihurip Utama dari Bandung. Dibandingkan arus normal yang sekitar 145.778 kendaraan, terjadi kenaikan lumayan, sekitar 8 persen.
Nah, menurut Rivan, peningkatan ini masih berlanjut sampai hari Minggu (18/1). Proyeksinya, hampir 197 ribu kendaraan akan memadati keempat gerbang tol itu.
"Angka tersebut diperkirakan meningkat sekitar 10 persen dibanding lalin normal sebanyak 179 ribu kendaraan," ujarnya.
Ia menambahkan, hal ini wajar mengingat mobilitas masyarakat di akhir masa libur Isra Mikraj 2026 memang masih tinggi. Pernyataannya itu disampaikan lewat keterangan resmi pada Senin (19/1/2026).
Lalu, dari mana saja asal kendaraan yang membanjiri ibu kota? Data periode Sabtu pagi sampai Minggu pagi menunjukkan, mayoritas tepatnya 42,8 persen atau 67.437 kendaraan datang dari arah Timur (Trans Jawa dan Bandung). Sementara dari Selatan (Puncak) ada 45.110 kendaraan (28,7 persen), dan dari Barat (Merak) sebanyak 44.889 kendaraan (28,5 persen).
Kalau dirinci lagi, arus dari Trans Jawa lewat GT Cikampek Utama mencapai 29.576 kendaraan naik 4,86 persen dari normal. Sementara dari Bandung via GT Kalihurip Utama justru lebih banyak, 37.861 kendaraan, dengan kenaikan signifikan 17,54 persen.
Kalau digabung, total dari dua arah Timur itu jadi 67.437 kendaraan. Artinya, ada kenaikan 11,62 persen dibanding hari-hari biasa.
Di sisi lain, arus dari Barat lewat GT Cikupa (Merak) justru sedikit menurun. Jumlahnya 44.889 kendaraan, turun 1,26 persen dari normal. Sementara dari arah Selatan, lewat GT Ciawi (Puncak), angkanya melonjak 13,06 persen menjadi 45.110 kendaraan.
Melihat kondisi ini, Rivan pun mengimbau para pengendara. Ia meminta perjalanan direncanakan dengan matang, salah satunya memanfaatkan aplikasi Travoy sebagai asisten perjalanan di tol.
“Selalu antisipasi perjalanan,” pesannya. Apalagi, BMKG memprediksi curah hujan menengah hingga tinggi masih akan berlangsung hingga Februari 2026. Jadi, waspada dan hati-hati di jalan itu wajib.
Artikel Terkait
Reformasi Pasar Modal Indonesia Dinilai Bukan Sekadar Ikuti Tren, tapi Kebutuhan Struktural
Pertamina Geothermal Energi Bagikan Dividen Rp2,14 Triliun untuk Tahun Buku 2025
Wall Street Tertekan, Ketegangan AS-Iran dan Kekhawatiran AI Tekan Saham Teknologi
BELL Setujui Dividen Rp10 Miliar di Tengah Tekanan Industri Tekstil