Siapa Pemegang Saham Mayoritas BBCA? Struktur Kepemilikan Terungkap
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) merupakan emiten jasa keuangan dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia. Sebagai salah satu bank swasta terbesar di Indonesia yang telah berdiri sejak 1957, BCA telah beroperasi selama lebih dari 60 tahun melayani masyarakat.
Profil Singkat Bank BCA
BCA memiliki basis nasabah yang sangat besar, mencapai 42 juta orang per Juni 2025. Untuk segmen nasabah prioritas dan solitaire, jumlahnya melebihi 200.000 orang, sementara nasabah digital melalui Blu by BCA telah mencapai 3 juta pengguna per Juli. Bank ini menyediakan berbagai layanan perbankan konvensional dan digital melalui platform MyBCA, m-BCA, serta internet banking, termasuk layanan asuransi, investasi, dan wealth management.
Kinerja Keuangan BBCA Kuartal III 2025
BBCA mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 5,7% secara tahunan pada kuartal III 2025, meningkat dari Rp41,1 triliun pada periode yang sama tahun 2024 menjadi Rp43,4 triliun. Penyaluran kredit juga menunjukkan pertumbuhan positif dengan segmen korporasi tumbuh 10,4% (yoy) dan kredit konsumer tumbuh 3,3% didorong oleh peningkatan penyaluran KPR sebesar 6,4%.
Struktur Kepemilikan Saham BBCA
Berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek per 30 September 2025, kepemilikan saham BBCA didominasi oleh:
- PT Dwimuria Investama Andalan: 67,72 miliar saham (54,94%) - Pengendali
- Robert Budi Hartono: 28,13 juta saham (0,023%) - Pengendali
- Michael Bambang Hartono: 27,02 juta saham (0,022%) - Pengendali
- Masyarakat non-warkat: 52,34 miliar saham (42,46%)
Pemilik Utama Bank BCA
Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham BBCA adalah Robert Budi Hartono dan Michael Bambang Hartono. Kedua tokoh pengusaha ini memiliki saham BBCA baik secara langsung maupun tidak langsung melalui PT Dwimuria Investama Andalan. Meskipun beberapa direksi dan komisaris juga memiliki saham, persentasenya tidak signifikan atau di bawah satu persen.
Performa Saham BBCA
Pada perdagangan Selasa, 21 Oktober 2025, saham BBCA dibuka di harga Rp8.100 per saham pada sesi pertama dan Rp8.350 pada sesi kedua. Dalam lima hari terakhir, saham BBCA menunjukkan kinerja positif dengan kenaikan 16,21%, meskipun dalam periode enam bulan hanya tumbuh 1,51% dan sejak awal tahun masih tercatat turun 14,90%.
Informasi ini memberikan gambaran lengkap mengenai struktur kepemilikan saham BBCA serta kinerja terkininya di pasar modal Indonesia.
Artikel Terkait
IHSG Siang Ini Menguat 0,65 Persen ke 7.102,72, Ditopang Sektor Non-Keuangan
OJK: Arus Dana Asing Keluar Akibat Geopolitik Global, Bukan Fundamental Ekonomi Domestik
IHSG Dibuka Menguat 0,41 Persen ke 7.086, Seluruh Sektor Hijau di Awal Perdagangan
BNI Peringatkan Nasabah soal Modus Penipuan Digital yang Incar Data Sensitif Perbankan