Reruntuhan pesawat jet pribadi yang ditumpangi Kepala Staf Angkatan Darat Libya, Letnan Jenderal Mohammed Ali Ahmed Al-Haddad, akhirnya ditemukan. Lokasinya di kawasan selatan Ankara. Menurut keterangan resmi, kotak hitam pesawat pun sudah berhasil diamankan.
Pesawat jenis Falcon 50 itu dilaporkan mengalami masalah. Beberapa menit setelah lepas landas dari ibu kota Turki, pilot menyampaikan permintaan pendaratan darurat. Penyebabnya disebut-sebut kerusakan pada sistem kelistrikan. Sayangnya, kontak dengan menara kendali lalu terputus begitu saja. Penerbangan yang seharusnya menuju Tripoli itu pun berakhir tragis.
Personel keamanan Turki kemudian menemukan puing-puing pesawat di distrik Haymana, wilayah yang letaknya tidak jauh dari Ankara. Pencarian berlangsung intensif di area tersebut.
Menteri Dalam Negeri Turki, Ali Yerlikaya, mengonfirmasi penemuan itu. "Perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan atau kotak hitam telah kami temukan," ujarnya.
Ia menambahkan bahwa jenazah para korban masih berada di lokasi kejadian. "Proses pemeriksaan dan evaluasi perangkat-perangkat ini telah dimulai," jelas Yerlikaya.
"Kami berdoa memohon rahmat Tuhan bagi mereka yang kehilangan nyawa dalam kecelakaan tragis ini dan menyampaikan belasungkawa kepada keluarga mereka," tambahnya, menyampaikan duka.
Menurut informasi yang beredar, al-Haddad tidak sendirian. Ia ditemani empat orang ajudannya. Mereka baru saja mengadakan serangkaian pembicaraan dengan pejabat militer Turki di Ankara dan sedang dalam perjalanan pulang ke Tripoli. Total, ada delapan orang di dalam pesawat, termasuk tiga awak kabin yang bertugas.
Kabar duka ini langsung menggema. Perdana Menteri Libya, Abdulhamid Dbeibah, menyatakan kesedihan yang mendalam. Ia menyebut kepergian sang kepala angkatan darat sebagai sebuah duka cita yang besar bagi negaranya.
Di lapangan, operasi pencarian dan evakuasi melibatkan ratusan personel. Sekitar 408 orang dari badan penanggulangan bencana AFAD, kepolisian, dan layanan kesehatan dikerahkan ke lokasi. Mereka bekerja di medan yang sulit. Untuk memantau situasi, drone diterbangkan guna mengirimkan citra langsung dari area kecelakaan.
Sementara itu, proses hukum juga mulai bergulir. Para pejabat Turki menyebutkan bahwa kejaksaan Ankara telah meluncurkan penyelidikan resmi untuk mengusut akar penyebab insiden nahas ini.
Artikel Terkait
Mahkamah Agung China Batalkan Vonis Mati Warga Kanada Robert Schellenberg
Anak Tewas Bunuh Diri karena Tak Mampu Beli Alat Tulis, Refleksi Sistem Dukungan yang Rapuh
Pemprov DKI Jatuhkan Sanksi Teguran ke Perusahaan Pengguna Air Tanah
Polres Metro Jabar dan Pemkot Gelar Kerja Bakti Berskala Besar di Bantaran Kali Cengkareng