JAKARTA PT MNC Finance kembali menggenjot program pengelolaan sampah anorganik. Kali ini, mereka menggandeng Yayasan Bumi Pertiwi Asri atau yang akrab disapa BuPeri Foundation dalam kolaborasi yang berkelanjutan.
Inisiatif ini sebenarnya sudah berjalan beberapa waktu. Tapi di tahap lanjutan ini, ada yang berbeda. Kalau dulu mereka cuma menyerahkan sampah dari area kantor, sekarang proses pemilahan mulai dioptimalkan dari level karyawan. Edukasi internal pun digencarkan secara berkala. Tujuannya jelas: menanamkan kesadaran bahwa pengelolaan sampah itu penting dimulai dari sumbernya.
Sampah yang sudah terkumpul dan terpilah, selanjutnya dikirim ke Bank Sampah Selaras Ecosystem. Itu adalah binaan dari BuPeri Foundation. Di sana, sampah-sampah itu dikelola secara berkelanjutan. Harapannya, program ini bisa memberikan nilai tambah baik dari sisi lingkungan maupun sosial. Soalnya, selain mengurangi limbah, mereka juga memberdayakan masyarakat sekitar.
Direktur Utama MNC Finance, Gabriel Mahjudin, bilang program ini bukan sekadar seremonial.
“Kami ingin memastikan bahwa program ini tidak berhenti sebagai kegiatan simbolis, tetapi terus berkembang dan memberikan manfaat nyata. Dengan melibatkan seluruh karyawan, kami berharap budaya peduli lingkungan dapat menjadi bagian dari keseharian di MNC Finance,” ujarnya.
Di sisi lain, perusahaan ini juga sedang menjajaki pengembangan program berbasis circular economy. Idenya, hasil pengelolaan sampah nanti bisa dikonversi jadi produk atau nilai ekonomi yang berkelanjutan. Ini sejalan dengan visi mereka untuk berkontribusi pada pembangunan yang ramah lingkungan dan inklusif.
Ariri Nazili, perwakilan dari Yayasan Bumi Pertiwi Asri, menyambut positif kelanjutan kerja sama ini.
“Komitmen berkelanjutan seperti ini sangat penting dalam menciptakan perubahan yang signifikan. Kami berharap langkah MNC Finance dapat menjadi inspirasi bagi perusahaan lain, untuk turut serta dalam gerakan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab,” kata Ariri.
Lewat inisiatif ini, MNC Finance ingin menegaskan posisinya. Mereka bukan cuma perusahaan yang sibuk mengejar target bisnis. Tapi juga peduli pada lingkungan dan dampak sosial. Setidaknya, itulah yang coba mereka bangun secara perlahan, tapi pasti.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 6,6% dalam Sepekan, Saham Logistik Baru IPO Justru Melonjak 94%
Harga Emas Batangan di Pegadaian Stagnan, Antam Bertahan di Rp2,918 Juta per Gram
IHSG Anjlok 6,6 Persen dalam Sepekan, BREN dan DSSA Jadi Top Losers dengan Koreksi Lebih dari 30 Persen
IHSG Anjlok 6,61% dalam Sepekan, Investor Asing Catat Net Jual Rp2,95 Triliun