Perdagangan saham YPAS dan BAPA akhirnya dibuka kembali oleh Bursa Efek Indonesia. Keputusan ini berlaku mulai sesi pertama hari Rabu, 22 April 2026. Setelah sempat dibekukan, kedua saham itu kini bisa diperdagangkan lagi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai.
Pengumuman resminya sendiri sudah keluar sehari sebelumnya, tepatnya pada Selasa (21/4).
"Dengan ini diumumkan bahwa suspensi atas perdagangan saham YPAS dan BAPA dibuka kembali mulai sesi I tanggal 22 April 2026,"
Begitu bunyi surat dari BEI.
Tapi, jangan dulu senang sama rata. Nasib kedua saham ini ternyata berbeda setelah keluar dari masa suspensi. Untuk YPAS, perdagangannya tak langsung berjalan normal. Emiten ini ditempatkan di papan pemantauan khusus dan harus melalui mekanisme full call auction atau FCA. Wajar sih, soalnya status suspensinya sudah menggantung lebih dari satu hari bursa berturut-turut. Bahkan, YPAS sudah 'libur' paksa sejak tanggal 9 April lalu – itu artinya lebih dari sepekan.
Padahal, kalau lihat pergerakannya, saham YPAS lagi panas-panasnya. Dalam sebulan terakhir, harganya melonjak fantastis, mencapai 175,40 persen. Secara year to date, kenaikannya bahkan lebih gila lagi: di atas 200 persen, tepatnya 201,74 persen. Terakhir kali diperdagangkan pada 8 April, harganya bertengger di Rp1.735. Pencapaian itu didapat setelah sebelumnya pada Senin, 6 April, sahamnya melesat 24,46 persen dalam sehari.
Lain YPAS, lain pula BAPA. Suspensi untuk saham ini relatif singkat, cuma sehari saja pada Selasa (21/4). Penyebabnya adalah auto reject atas (ARA) yang terjadi di awal pekan, di mana sahamnya naik 30,92 persen ke level Rp199.
Meski cuma sebentar dibekukan, performa BAPA juga nggak kalah seru. Dalam kurun satu bulan, sahamnya naik 180,28 persen. Sementara dari awal tahun hingga kini, kenaikannya mencapai 113,98 persen. Cukup signifikan, bukan?
Jadi, meski sama-sama dibuka kembali, jalan yang ditempuh YPAS dan BAPA setelahnya ternyata tidak sama. Satu harus hati-hati dengan pengawasan ketat, satunya lagi bisa langsung berenang di pasar reguler. Kita lihat saja nanti lanjutannya seperti apa.
Artikel Terkait
IHSG Anjlok 3,38 Persen ke 7.129, Seluruh Sektor Saham Merah
Saham ICBP Anjlok 47% dari Puncak, Sentimen Timur Tengah dan Kenaikan Biaya Bahan Baku Jadi Tekanan
Hua Yan dan Andalan Sakti Inti Batal Negosiasi Akuisisi 51,18% Saham Ansa Land
IHSG Anjlok 3,06 Persen, Lima Hari Beruntun Terkoreksi Imbas Tekanan Jual Saham Konglomerat dan Perbankan