IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Analis Soroti Empat Saham Potensial

- Rabu, 22 April 2026 | 06:15 WIB
IHSG Diprediksi Lanjutkan Koreksi, Analis Soroti Empat Saham Potensial

Perdagangan saham Rabu (22/4/2026) ini diprediksi masih bakal berlangsung berat. IHSG terancam melanjutkan tren koreksi yang sudah terjadi sehari sebelumnya, di mana indeks anjlok 0,46 persen ke level 7.559. Tekanan jual masih terasa dominan di pasar.

Analis dari MNC Sekuritas punya pandangan teknis yang cukup rinci. Menurut mereka, posisi IHSG saat ini kemungkinan besar berada di ujung wave [iv] pada label hitam. Atau, alternatifnya, di akhir wave [a] dari wave B pada label merah.

"Artinya, IHSG rawan bergerak terkoreksi," tulis tim riset tersebut dalam laporannya.

Area koreksi terdekat yang perlu diwaspadai adalah kisaran 7.245 hingga 7.447. Di sana, beberapa area gap berpeluang untuk ditutup. Meski begitu, kalau pun ada penguatan, itu diperkirakan cuma bersifat sementara. Indeks kemungkinan hanya akan mencoba menguji level 7.580-7.601 dalam jangka pendek.

Secara teknis, support IHSG hari ini ada di 7.488 dan 7.351. Sementara resistance mengintai di 7.700 dan 7.861.

Di tengah awan mendung itu, beberapa saham justru menunjukkan performa menarik. Saham-saham ini layak dicermati, meski dengan strategi yang hati-hati.

BRPT (Barito Pacific) kemarin melesat 7,48 persen ke Rp2.300. Yang menarik, penguatan ini didukung volume pembelian yang cukup tinggi. Analis melihat posisinya sedang di awal wave [v] dari wave 1. Rekomendasinya Buy on Weakness di area Rp2.220-Rp2.280, dengan target Rp2.610 dan Rp2.770. Stoploss-nya di bawah Rp2.170.

Lalu ada CDIA (Chandra Daya Investasi). Saham ini naik 5,80 persen ke Rp1.185, juga dengan volume pembelian yang solid. Pergerakannya bahkan berhasil bertahan di atas MA60. Untuk CDIA, strategi Buy on Weakness disarankan di kisaran Rp1.045-Rp1.115. Target harga bisa dilihat di Rp1.400 dan Rp1.510, dengan stoploss ketat di bawah Rp895.

PTRO (Petrosea) juga tak kalah menarik. Meski penguatannya tertahan oleh cluster MA60 dan MA200, saham ini masih mampu naik 3,70 persen ke Rp6.300. Volume pembeliannya muncul. Rekomendasi untuk PTRO adalah Buy on Weakness di Rp6.025-Rp6.275. Targetnya lebih tinggi, di Rp6.950 dan Rp7.600, dengan batas stoploss di bawah Rp5.900.

Terakhir, RATU (Raharja Energi Cepu). Saham ini masuk kategori spekulatif dengan rekomendasi Spec Buy. Kenaikannya kemarin mencapai 4,98 persen ke Rp6.850. Bagi yang berani ambil risiko, level beli disarankan di Rp6.525-Rp6.775. Target harga untuk RATU adalah Rp7.450 dan Rp7.775, dengan stoploss di bawah Rp6.400.

Jadi, meski sentimen pasar secara umum masih lesu, peluang ternyata tetap ada. Hanya saja, butuh ketelitian ekstra dan timing yang pas untuk menangkapnya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar