Harga saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) yang melambung tinggi, nyaris sentuh Rp100 ribu, rupanya dianggap justru menghambat likuiditas. Nah, untuk mengatasi hal itu, emiten energi Sinarmas Group ini punya rencana. Mereka akan memecah nilai nominal sahamnya, atau yang biasa disebut stock split.
Rasionya? Satu banding dua puluh lima.
Kalau saat ini harga DSSA berkutat di Rp94.000 per lembar, setelah pemecahan, harganya bakal terjun bebas ke level sekitar Rp3.750-an. Tentu saja, ini bukan aksi jual atau koreksi, melainkan penyesuaian teknis belaka. Tujuannya jelas: membuat saham lebih terjangkau, terutama bagi investor ritel.
Corporate Secretary DSSA, Susan Chandra, mengakui masalahnya. "Harga saham perseroan saat ini sangat tinggi," ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (30/1/2026).
Akibatnya, untuk membeli satu lot standar saja, investor perlu merogoh kocek yang dalam. "Nilai pembelian untuk satu lot (100 saham) hanya terjangkau oleh sebagian kecil investor," lanjut Susan.
Artikel Terkait
IHSG Menguat 1,14% di Sesi Pertama, XISB dan ROCK Jadi Top Gainer
BNI Bagikan Dividen Rp13,03 Triliun, Pencatatan 26 Maret 2026
Saham Energi Grup Boy Thohir Menguat, Didorong Harga Batu Bara dan Proyek Smelter
IHSG Melonjak 1,23% di Awal Sesi, Sentimen Hijau Dominasi Pasar