Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Blokade Militer Tetap Dijalankan

- Rabu, 22 April 2026 | 07:35 WIB
Trump Perpanjang Gencatan Senjata dengan Iran, Blokade Militer Tetap Dijalankan

Presiden AS Donald Trump memutuskan untuk memperpanjang masa gencatan senjata dengan Iran. Tapi, jangan salah sangka dulu. Di saat yang bersamaan, ia memastikan blokade militer di pelabuhan-pelabuhan Iran tetap berjalan. Jadi, situasinya seperti dua hal yang berjalan beriringan: jeda tembak-menembak diperpanjang, namun tekanan ekonomi dan militer lewat blokade tak kendur.

“Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu,”

kata Trump, seperti dilaporkan Al Jazeera, Rabu (22/4/2026). Pernyataannya itu jelas menyiratkan pesan: AS tidak akan melemahkan kewaspadaan.

Gencatan senjata ini sebenarnya sudah dimulai sejak 7 April lalu dan seharusnya berakhir hari ini. Nah, Trump lah yang kemudian memutuskan perpanjangan. Menariknya, kali ini tidak ada batas waktu yang jelas. Ia menyebut perpanjangan akan berlaku sampai ada kejelasan dari pihak Iran.

“Oleh karena itu akan memperpanjang gencatan senjata sampai proposal mereka diajukan dan diskusi diselesaikan dengan satu atau lain cara,”

jelasnya lebih lanjut. Intinya, masa tenggang ini bergantung pada langkah Iran selanjutnya.

Trump juga menyoroti kondisi internal Iran yang menurutnya carut-marut. Ia menyebut pemerintahan di Teheran sedang “sangat terpecah belah”. Karena itulah, AS konon masih menunggu kesiapan Iran untuk duduk lagi di meja perundingan, yang rencananya digelar di Pakistan.

“Berdasarkan fakta bahwa Pemerintah Iran sangat terpecah belah, yang tidak mengejutkan, dan atas permintaan Marsekal Lapangan Asim Munir, dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif dari Pakistan, kami telah diminta untuk menunda serangan kami terhadap negara Iran sampai para pemimpin dan perwakilan mereka dapat mengajukan proposal yang terpadu,”

tutur Trump, merinci alasan di balik keputusannya. Dari sini terasa, dinamika diplomasi regional juga memainkan peran cukup besar.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar