Sebuah foto yang beredar online memicu kemarahan. Di dalamnya, terlihat seorang tentara Israel menghancurkan patung Yesus yang tersalib dengan menggunakan kapak. Lokasinya di Lebanon selatan. Akibat ulah mereka, militer Israel akhirnya memberi hukuman tegas.
Kedua prajurit itu dicabut dari tugas tempur dan harus mendekam dalam tahanan militer selama sebulan penuh. Hukuman ini datang setelah penyelidikan internal membuktikan keterlibatan mereka.
Menurut laporan Reuters, Rabu lalu, penyelidikan mengungkap satu tentara secara aktif merusak simbol religius Kristen itu. Rekannya yang lain justru sibuk memotret kejadian tersebut, bukannya mencegah.
Yang menarik, ternyata ada enam tentara lain yang saat itu berada di lokasi. Namun begitu, tak satu pun dari mereka yang bergerak untuk menghentikan aksi perusakan itu. Mereka hanya berdiri menyaksikan.
Foto kontroversial itu pertama kali diunggah oleh Younis Tirawi, seorang jurnalis Palestina. Dia dikenal kerap mempublikasikan gambar-gambar yang diduga menunjukkan pelanggaran oleh pasukan Israel, terutama di wilayah Gaza.
Reaksi pun berdatangan dari berbagai penjuru. Aksi vandalisme itu dikecam keras oleh sejumlah politisi di Israel sendiri, bahkan sampai ke Amerika Serikat. Para pemimpin gereja, tentu saja, juga menyuarakan kekecewaan dan protes mereka.
Insiden ini, meski telah dihukum, tetap meninggalkan catatan kelam. Bukan cuma soal kerusakan properti, tapi lebih pada penghormatan terhadap keyakinan orang lain di tengah situasi konflik yang sudah begitu panas.
Artikel Terkait
Kemensos Salurkan Bantuan ATENSI Rp129 Juta untuk 47 Penerima Manfaat di Rembang
Pemerintah Targetkan Bedah 15.000 Rumah Tak Layak Huni di 40 Kawasan Perbatasan
Madura United Pilih Fokus pada Diri Sendiri di Tengah Ketatnya Persaingan Zona Degradasi
Satpol PP DKI Buka Suara soal Beban Kerja: Idealnya 10.000 Personel, Baru Terpenuhi Setengahnya