Harga Bawang dan Cabai Meroket, Minyak Goreng Ikut Naik Signifikan

- Rabu, 22 April 2026 | 10:45 WIB
Harga Bawang dan Cabai Meroket, Minyak Goreng Ikut Naik Signifikan

Jakarta, Rabu (22/4/2026) – Tren kenaikan harga pangan nasional kembali terlihat hari ini. Yang paling terasa? Bawang, cabai, dan minyak goreng. Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia yang diambil sekitar pukul 09.54 WIB menunjukkan, lonjakan paling tajam justru terjadi pada komoditas bumbu dapur.

Bawang merah ukuran sedang, misalnya, melesat 16,43% menjadi Rp54.200 per kilogram. Tak ketinggalan, bawang putih ukuran sedang juga ikut merangkak naik 12,39% ke angka Rp44.900 per kilogram. Kenaikan semacam ini tentu bikin dapur ibu-ibu merintih.

Nah, kalau bicara beras, ceritanya jadi sedikit beragam. Secara umum sih naik. Beras kualitas bawah I naik 2,41% jadi Rp14.900 per kilo, sementara yang kualitas bawah II naik lebih signifikan, 4,12% ke Rp15.150. Namun begitu, tidak semua jenis beras mengikuti tren kenaikan. Beras kualitas medium II justru turun tipis 0,63% ke Rp15.800, dan beras super I turun 1,44% menjadi Rp17.100 per kilogram.

Gula pasir pun ikut-ikutan. Yang premium naik 1,24% ke Rp20.450, sementara gula pasir lokal naik 0,78% menjadi Rp19.300 per kilogram.

Tapi yang bikin heboh mungkin minyak goreng. Minyak curah naik 3,46% ke Rp20.950 per kilo. Lebih dramatis lagi, minyak goreng kemasan bermerek 1 melonjak 6,62% hingga menyentuh Rp24.950. Kemasan bermerek 2 juga tak kalah, naik 3,56% menjadi Rp23.250. Jadi, baik yang beli curah maupun kemasan, sama-sama terkena imbasnya.

Lalu ada cabai. Di sini, pergerakan harganya benar-benar warna-warni. Cabai merah keriting meroket paling tinggi, 21,86% ke Rp54.900 per kilogram. Cabai merah besar naik 9,71% jadi Rp50.300. Sementara itu, cabai rawit merah masih bertahan di level tinggi, Rp82.100 per kilogram setelah naik 8,17%. Tapi ada juga yang turun, seperti cabai rawit hijau yang anjlok 11,46% ke Rp44.800.

Di tengah gempuran kenaikan itu, ada sedikit pelipur lara dari sisi protein hewani. Harganya justru kompak melandai. Daging ayam ras segar turun 2,94% ke Rp39.650. Daging sapi kualitas 1 turun 4,26% menjadi Rp141.500, dan kualitas 2 turun 3,65% ke Rp134.750 per kilogram.

Tapi hati-hati, telur ayam ras segar justru berbanding terbalik. Harganya naik cukup signifikan, 11,73%, menjadi Rp36.200 per kilogram. Jadi, meski daging turun, pengeluaran untuk lauk belum tentu ringan sepenuhnya.

Secara keseluruhan, Rabu ini pasar pangan kita lagi panas. Kenaikan di sejumlah komoditas kunci terasa cukup menekan, sementara penurunan di sisi lain sepertinya belum cukup untuk meredakan sentimen. Pantauan ke depan akan menarik untuk dilihat, apakah tren ini berlanjut atau justru mereda.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar