Gubernur Sulsel Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Parepare

- Rabu, 22 April 2026 | 07:45 WIB
Gubernur Sulsel Turun Tangan Bantu Korban Kebakaran di Parepare

Parepare - Dua rumah di Kota Parepare ludes dilalap si jago merah. Kejadian di Kecamatan Bacukiki ini langsung mendapat perhatian dari pemerintah provinsi. Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, tak lama setelah kejadian memastikan bantuan segera disalurkan untuk meringankan beban korban.

Tim dari Pemprov Sulsel sudah turun ke lokasi. Mereka mengecek kondisi dan membawa serta berbagai bantuan pokok.

"Alhamdulillah tim dari Pemprov Sulsel sudah turun langsung ke lapangan mengecek dan menyalurkan sejumlah bantuan serta kebutuhan mendasar bagi saudara kita yang terdampak," ujar Andi Sudirman, Selasa (21/2/2026).

Bantuan yang datang beragam. Mulai dari kasur, perlengkapan untuk anak-anak, hingga bahan makanan dan peralatan dapur. Tenda gulung juga disiapkan untuk kebutuhan mendesak di lokasi yang rusak parah.

Tak cuma itu, Andi Sudirman menyebut ada skema lanjutan. Santunan untuk perbaikan rumah atau dukungan kebutuhan harian juga akan diberikan. Upaya penanganan sebenarnya sudah berjalan sejak awal bencana oleh tim gabungan. Sayangnya, kerusakan yang terjadi terbilang berat.

"Semoga saudara kita yang terkena musibah diberi kekuatan dan ketabahan atas peristiwa ini, insyaallah pemerintah provinsi akan terus hadir dalam memberikan perhatian," tambahnya.

Lantas, bagaimana kebakaran ini bisa terjadi? Menurut informasi, api mulai berkobar di Jalan Matalie, Kelurahan Lumpue, Bacukiki Barat, pada Senin (20/4) sore sekitar pukul 17.30 Wita. Dugaan sementara, pelakunya adalah orang dalam gangguan jiwa (ODGJ).

Lurah Lumpue, Nur Akbar, memberikan kesaksiannya.

"Ini yang punya rumah stres atau ada gangguan jiwa. Pas dia keluar dari rumahnya, ada warga yang lihat dia berteriak-teriak di jalan bilang, 'Saya bakar rumahku!," jelas Nur Akbar.

Yang membuat warga terpana, sikap pelaku usai membakar rumahnya. Alih-alih panik, pria itu justru berjalan santai menjauh dari kobaran api. Bahkan, sepanjang jalan dia seperti mengajak orang-orang untuk menyaksikan hasil perbuatannya.

"Pastinya yang lihat dia membakar tidak ada, cuma orang semua prediksi karena pada saat menyala api, dengan santainya dia keluar dan sepanjang jalan dia berteriak bilang, 'pergi lihat rumahku, saya yang bakar'," pungkas Nur Akbar menggambarkan kejadian yang tak biasa itu.

(hmw/hmw)

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar