IHSG Turun Tipis 0,68% ke 7.623,59 di Tengah Aksi Jual Sektoral

- Rabu, 15 April 2026 | 16:40 WIB
IHSG Turun Tipis 0,68% ke 7.623,59 di Tengah Aksi Jual Sektoral

Pasar saham sore ini ditutup dengan sentuhan merah. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpangkas tipis 0,68 persen atau 52,36 poin, berakhir di posisi 7.623,59. Suasana perdagangan sesi kedua Rabu (15/4/2026) itu terbilang cukup beragam.

Dari papan pencatatan, saham-saham yang menguat masih lebih banyak jumlahnya. Tercatat 411 emiten naik, meski harus berhadapan dengan 297 saham yang melemah. Sementara itu, tak kurang dari 251 saham lainnya cenderung diam, stagnan di posisinya.

Nah, kalau dilihat dari aktivitasnya, pasar tetap ramai. Volume transaksi mencapai 48,46 miliar saham dengan nilai tukar yang tidak main-main: Rp22,40 triliun berpindah tangan dalam 3,11 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasarnya sendiri bertengger di angka Rp13.581 triliun.

Namun begitu, tekanan jual ternyata cukup kuat di beberapa sektor. Enam indeks sektoral harus menghabiskan hari ini di zona merah, mulai dari energi, konsumer siklikal, keuangan, infrastruktur, bahan baku, hingga kesehatan.

Di tengah pelemahan indeks, beberapa saham justru mencatatkan lonjakan yang fantastis. Puncak gainers diduduki oleh SDMU (PT Sidomulyo Selaras Tbk) yang melesat 34,88 persen ke Rp116. Di belakangnya, BIPP (PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk) juga naik tajam 34,55 persen ke Rp74, disusul DEFI (PT Dana Supra Erapacific Tbk) yang meroket 34,33 persen ke Rp90.

Di sisi lain, ada juga saham yang harganya terjun bebas. KONI (PT Perdana Bangun Pusaka Tbk) jadi pemuncak losers dengan penurunan 14,71 persen ke Rp2.610. MSIN (PT MNC Digital Entertainment Tbk) tak kalah terpuruk, turun 14,67 persen ke Rp960. Sementara SRAJ (PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk) melemah 13,82 persen ke Rp13.100.

Begitulah ringkasan pergerakan bursa sore ini. IHSG memang balik arah, tapi dinamika di dalamnya tetap menarik untuk disimak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar