Bursa Efek Indonesia (BEI) kini menyoroti rencana besar dari PT Lippo Karawaci Tbk. Raksasa properti itu berencana membeli kembali sahamnya sendiri, atau buyback, dengan nilai fantastis: Rp250 miliar. Langkah ini tentu menarik perhatian banyak pihak di pasar modal.
Secara teknis, LPKR akan membeli balik hingga sekitar 3,29 miliar saham. Jumlah itu setara dengan 4,6% dari total modal yang sudah ditempatkan dan disetor perusahaan. Nilainya gak main-main.
Lalu, apa alasan di balik keputusan ini? Manajemen LPKR punya penjelasannya. Mereka merasa harga saham perusahaan saat ini belum sepenuhnya mencerminkan nilai intrinsik dan prospek jangka panjang yang sebenarnya. Singkatnya, mereka anggap sahamnya lagi murah, jadi ini momen yang tepat untuk dibeli kembali.
Per Selasa lalu, 14 April 2026, saham LPKR (kode LKPR) tercatat di level Rp88 per lembar. Cukup tertekan, memang. Dalam tiga bulan terakhir, sahamnya sudah terkoreksi lebih dari 10%. Situasi pasar yang seperti inilah yang kemungkinan mendorong aksi korporasi ini.
Di sisi lain, buyback ini bukan sekadar reaksi spontan. Manajemen menyebutnya sebagai bagian dari strategi pengelolaan nilai yang dilakukan dengan hati-hati dan terukur. Mereka bilang, semua pertimbangan kondisi pasar dan fundamental perusahaan sudah dianalisis matang.
“Pelaksanaan buyback diharapkan dapat menjaga keharmonisan antara kondisi pasar dan fundamental Perseroan, sekaligus memberikan sinyal positif kepada investor dan pemangku kepentingan,”
Artikel Terkait
Avia Avian Bidik Kepemilikan Lebih Besar di Dextone Lemindo
Mirae Asset Transformasi Bisnis, Fokus Perkuat Wealth Management
Rupiah Melemah ke Rp17.127, Tekanan dari Ketegangan AS-Iran dan Sikap Hati-hati Pelaku Usaha
IHSG Melonjak 2,14% Didorong Aksi Beli Luas di Sesi I