Begitu penjelasan resmi yang disampaikan manajemen dalam suratnya ke BEI.
Kalau dilihat ke depan, aksi ini dinilai bisa memberi keleluasaan lebih bagi perusahaan. Mereka bisa mengatur struktur modal dengan lebih optimal, yang ujung-ujungnya mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Yang penting, perusahaan menegaskan bahwa rencana sebesar ini tidak akan mengganggu kemampuan finansial mereka untuk membiayai belanja modal atau ekspansi.
Pernyataan itu bukannya tanpa dasar. Kondisi kas internal, arus kas dari operasional, plus rencana belanja modal yang sudah disusun rapi disebut-sebut sebagai penopangnya. Intinya, mereka merasa sanggup.
"Seluruh rencana strategis akan dijalankan secara bertahap dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan fleksibilitas, sejalan dengan dinamika kondisi pasar,"
tambah manajemen menegaskan komitmennya. Sekarang, tinggal kita tunggu eksekusinya di pasar.
Artikel Terkait
Avia Avian Bidik Kepemilikan Lebih Besar di Dextone Lemindo
Mirae Asset Transformasi Bisnis, Fokus Perkuat Wealth Management
Rupiah Melemah ke Rp17.127, Tekanan dari Ketegangan AS-Iran dan Sikap Hati-hati Pelaku Usaha
IHSG Melonjak 2,14% Didorong Aksi Beli Luas di Sesi I