Rapat umum pemegang saham Cimory, Kamis lalu, akhirnya memutuskan pembagian sisa dividen. Nilainya tak main-main: Rp793 miliar akan mengalir ke kantong para pemegang saham. Rapat yang digelar di Dairyland Riverside, Cisarua, Bogor itu menyepakati total dividen tunai untuk tahun 2025 mencapai Rp1,59 triliun.
Angka fantastis itu setara dengan 78% lebih dari laba bersih perseroan tahun lalu. Dan laba bersihnya sendiri juga luar biasa, tumbuh 34% menjadi Rp2,03 triliun. Pertumbuhan penjualan yang solid sebesar 18,8% menjadi Rp10,7 triliun jelas jadi pendorong utamanya.
Nah, dividen final yang akan dibagikan ini besarnya sama dengan dividen interim yang sudah dibayarkan Oktober tahun lalu, yaitu Rp100 per lembar saham. Jadi, totalnya sudah fix.
Lalu, sisa laba yang tidak dibagikan sebagai dividen akan ditahan perusahaan. Menurut rencana, dana itu akan dipakai untuk mendanai pengembangan bisnis ke depan.
Kalau dilihat dari segmen bisnisnya, kontribusi datang dari dua lini utama. Segmen makanan konsumsi berhasil membukukan penjualan hingga Rp6,6 triliun. Sementara, produk olahan susu yang jadi brand utama Cimory menyumbang Rp4,07 triliun.
Farrel Sutantio, Direktur Utama Cimory, mengungkapkan kunci keberhasilan ini.
Artikel Terkait
Saham Prajogo Pangestu Cetak Kenaikan Signifikan Hingga Enam Hari Berturut-turut
IHSG Dibuka Melemah, Investor Domestik Lakukan Net Sell Rp200 Miliar
IHSG Terperosok 0,97%, Hampir Semua Sektor Tertekan
Analis: Reli IHSG 6% Ditopang Domestik, Investor Asing Masih Keluar Rp3,3 Triliun