Di sisi lain, apa yang mendorong pengaktifan kembali tambang tua ini? Ternyata, cadangannya yang sangat besar jadi alasan utama. Pemerintah, lewat Danantara Indonesia, mendorong langkah ini. Meski usianya sudah ratusan tahun, potensi di bawah tanah Ombilin masih sangat menjanjikan, terutama untuk tambang dalam.
Arsal juga menyinggung soal harga batu bara yang masih bertengger di level tinggi. Situasi ini tentu menguntungkan Indonesia jika produksi dari Ombilin bisa kembali berjalan. Dia menegaskan, proses penambangan nanti akan mengutamakan kelestarian lingkungan. Salah satu wacana yang digulirkan adalah pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk operasional.
tambahnya.
Untuk tahun 2026 ini, PTBA sendiri menargetkan produksi dan penjualan batu bara sekitar 50 juta ton secara keseluruhan. Selain mengejar angka penjualan, perusahaan juga fokus pada efisiensi dan mengoptimalkan portofolio bisnisnya ke arah yang lebih berkelanjutan. Reaktivasi Ombilin, jika berjalan, akan menjadi bagian penting dari strategi jangka panjang itu.
Artikel Terkait
Pemerintah Targetkan 400.000 Unit Bedah Rumah pada 2026
CDIA Resmikan Kapal Kimia Cair 9.000 DWT, Siap Layar 2026
OJK: Potensi Penurunan Bobot Saham di MSCI Hanya Dampak Sementara
Saham ESIP Melonjak 25%, Ini Profil Emiten Kemasan Plastik