JAKARTA - Pernyataan kontroversial mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu soal Event Organizer (EO) memantik reaksi keras. Ia menyebut EO sebagai tempat paling aman untuk korupsi, dengan nilai anggaran acara pemerintahan yang bisa menyentuh angka fantastis: Rp30 hingga Rp50 triliun per tahun.
Ucapan itu tak dibiarkan begitu saja. Andro Rohmana, Ketua Forum Backstagers Indonesia, langsung menanggapi. Bahkan, ia menantang Said Didu untuk berdebat secara terbuka.
"Ketika tokoh publik dan seluruh penyelenggara acara berbicara mengenai EO adalah tempat korupsi paling aman, itu sama saja sesat pikiran," tegas Andro dalam sebuah video Instagram, Jumat lalu.
Dia merasa gerah. Menurutnya, mencatut profesi jutaan orang tanpa data yang jelas bukanlah kritik, melainkan fitnah belaka. "Ini bukan saja kita berbicara kekeliruan," tambahnya, "tetapi ini tanda bahwa sistem kita masih buta pada sebuah nilai ekonomi kreatif."
Sebenarnya, apa yang memulai semua ini?
Artikel Terkait
Direktur K3 Beberkan Setoran Rp100 Juta per Tahun ke Pejabat Kemnaker
Kapolda Sumsel Tekankan Peningkatan Kompetensi Personel di Tengah Evaluasi SDM
Mees Hilgers Jadi Incaran PSV, Bek Indonesia Berpeluang Tampil di Liga Champions
Pemerintah Bekukan Harga Pertalite dan Biosolar hingga Akhir 2026