PLN Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Dana untuk Token Listrik yang Salah Beli

- Minggu, 05 April 2026 | 19:20 WIB
PLN Tegaskan Tidak Ada Pengembalian Dana untuk Token Listrik yang Salah Beli

Kalau lebih sering pakai e-wallet kayak GoPay, OVO, DANA, atau ShopeePay, juga bisa. Biasanya ada menu khusus buat beli token PLN. Tinggal ikuti alurnya, token akan dikirim via notifikasi atau email.

Beli lewat marketplace besar seperti Tokopedia atau Shopee juga oke. Caranya mirip, cari aja kategori Tagihan & Isi Ulang, pilih PLN Prabayar, lalu isi data dan bayar. Riwayat pembelianmu akan menyimpan kode tokennya.

Metode konvensional lewat ATM atau mobile banking bank-bank ternama juga masih berlaku. Intinya sih, hampir semua channel pembayaran sekarang sudah mendukung.

Langkah-langkah Mengisi Token ke Meteran

Nah, setelah dapet kode 20 digit, ini bagian yang butuh konsentrasi. Pertama, pastikan meteran listrikmu masih menyala. Kalau pun mati karena saldo habis, meterannya masih bisa dipakai buat input token baru.

Kedua, masukin angka 20 digit itu satu per satu ke keypad meteran. Hati-hati, jangan sampai salah. Terakhir, tekan tombol ‘Enter’ atau ‘Confirm’. Kalau berhasil, layar biasanya akan muncul tulisan ‘ACCEPTED’ dan saldo kWh kamu langsung nambah.

Kalau Gagal, Gimana?

Meski udah hati-hati, kendala tetap bisa aja terjadi. Misalnya, salah ketik satu angka, token ternyata sudah dipakai, atau lagi ada gangguan sistem di pihak PLN.

Jangan panik. Coba periksa lagi kode 20 digitnya. Kalau sudah yakin benar tapi token tetap nggak bisa, saatnya hubungi layanan pelanggan PLN 123. Bisa juga lewat fitur pengaduan di aplikasi PLN Mobile. Nanti petugas akan mengecek dan bantu carikan solusi, termasuk memberi token pengganti jika kode yang kamu beli memang valid tapi belum masuk.

Intinya, teliti itu penting. Karena sekali salah beli, uangnya susah ditarik kembali. Semoga membantu!

Editor: Dewi Ramadhani


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar