Analis Prediksi Harga Minyak dan Emas Melonjak Akibat Gejolak Timur Tengah

- Minggu, 05 April 2026 | 15:00 WIB
Analis Prediksi Harga Minyak dan Emas Melonjak Akibat Gejolak Timur Tengah

Gejolak di Timur Tengah makin panas, dan pasar global sudah mulai merasakan dampaknya. Pekan depan, harga minyak mentah dan emas diprediksi bakal melonjak. Kekhawatiran akan stabilitas pasokan energi, ditambah dengan perpindahan dana investor ke aset yang dianggap aman, jadi pemicu utamanya.

Menurut analis keuangan Ibrahim Assuaibi, konflik yang kian meluas ini berpotensi mengacaukan distribusi minyak dunia. Titik-titik vital seperti Selat Hormuz jadi sorotan. "Kalau konflik terus berlanjut dan melibatkan lebih banyak pihak, suplai minyak global bisa terganggu," katanya.

Ibrahim menambahkan, dampaknya harga minyak akan naik signifikan.

Dalam keterangan resminya hari Minggu (5/4/2026), dia memperkirakan harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bisa meroket hingga menyentuh level USD116 per barel. Situasinya memang rawan.

Namun begitu, minyak bukan satu-satunya komoditas yang bakal terdongkrak. Emas, si safe haven klasik, juga diperkirakan ikut naik. Di tengah ketidakpastian geopolitik dan ancaman inflasi dari energi yang mahal, logam kuning ini selalu jadi andalan. Ibrahim memproyeksikan harga emas dunia berpeluang menembus USD4.878 sampai USD5.080 per troy ounce.

Kalau itu terjadi, jangan kaget kalau harga emas di dalam negeri nantinya menyentuh angka Rp3 juta per gram. Lumayan fantastis.

Editor: Yuliana Sari


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar