35.477 Personel dan 82 Unit Alutsista Diterjunkan, TNI Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana Sumatera

- Senin, 15 Desember 2025 | 17:48 WIB
35.477 Personel dan 82 Unit Alutsista Diterjunkan, TNI Kerahkan Kekuatan Penuh Tangani Bencana Sumatera

Di tengah Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara, Senin lalu, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto melaporkan langsung kepada Presiden Prabowo soal upaya penanganan bencana di Sumatera. Banjir dan longsor yang menerjang sejumlah wilayah itu mendapat respons besar-besaran dari tentara.

Agus memaparkan, puluhan ribu personel telah diterjunkan. Angkanya tidak main-main: 35.477 orang dari tiga matra dikerahkan ke lokasi bencana. Mereka tak hanya datang dengan tenaga, tapi juga membawa sejumlah alat utama sistem senjata (alutsista) untuk mendukung operasi kemanusiaan ini.

“Total personel yang sudah di-deploy di lokasi bencana sejumlah 35.477 orang,” ungkapnya.

Salah satu fokus utama saat ini adalah memperbaiki akses transportasi yang putus. Untuk itu, TNI mengerahkan bantuan pembangunan jembatan bailey. Menurut Agus, sebanyak 50 set jembatan sedang dalam proses pengerjaan, dengan beberapa di antaranya bahkan sudah terpasang di lapangan.

“50 set jembatan bailey yang sedang proses dan ada juga yang sudah terpasang,” kata Agus.

Soal alutsista, rinciannya cukup lengkap. Ada 82 unit yang digelar. Untuk angkutan udara, TNI mengerahkan 26 unit pesawat terdiri dari berbagai jenis, termasuk satu unit A400 yang baru dibeli, Hercules, CN295, dan Casa. Tidak ketinggalan, 36 unit helikopter seperti Caracal, Super Puma, hingga Bell 412 juga diterbangkan. Dukungan laut pun datang dari 20 unit KRI yang saat ini sedang beroperasi.

“Alutsista yang digelar saat ini 82 unit. [Sebanyak] 26 unit pesawat: A400 yang baru dibeli 1 unit, kemudian Hercules 6 unit, CN295 2 unit, Casa 212 7 unit, dan dari BNPB 10 unit,” papar Agus.

“Kemudian 36 unit heli: Caracal 7 unit, Super Puma 3 unit, Bell 412 3 unit, MI-17 2 unit, dan Panther 5 unit, Dauphin Basarnas 2 unit, tambahan BNPB 11 unit, dan dari Kemhan 3 unit. Kemudian juga 20 unit KRI yang sekarang sedang mendukung,” sambungnya.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo memberikan konfirmasi sekaligus harapan. Dari 50 jembatan bailey yang dikerjakan, tujuh di antaranya sudah berdiri dan siap digunakan. Ia juga menyebut telah menambah pengiriman alat berat, truk air minum, serta toilet portable untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi.

“Kemarin kita juga tambahkan lagi alat berat, truk air minum, persediaan air bersih, serta toilet-toilet portable. 50 jembatan Bailey sedang kita kerjakan, 7 tadi sudah jadi,” ujar Prabowo.

Dengan mulai pulihnya koneksi jalan, Prabowo berharap proses rehabilitasi bisa lebih cepat. Namun begitu, ia mengingatkan bahwa pemulihan total membutuhkan waktu. Kesabaran semua pihak sangat dibutuhkan.

“Saya telah minta maaf, saya tidak punya tongkat Nabi Musa. Kita tidak bisa selesaikan dalam 3 hari, 4 hari, 5 hari. Mungkin mungkin 2, 3 bulan aktivitas akan benar-benar normal,” ungkap Prabowo.

Nada yang disampaikan Prabowo jelas: upaya maksimal dilakukan, tapi realitas di lapangan punya batasannya. Semua bergerak, namun normalitas baru butuh proses yang tak instan.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar