Di sisi lain, beberapa sektor lain babak belur. Transportasi dan logistik jadi yang paling tertekan, ambles 3,57%. Sektor keuangan, yang biasanya jadi penopang, ikut lesu dengan penurunan 2,23%. Saham-saham bank besar disebut-sebut menjadi salah satu penekan utama IHSG pekan ini.
Meski begitu, ada juga pahlawan lokal. Saham-saham seperti DSSA, MSIN, dan IMPC tercatat memberikan sentimen positif dan kontribusi terhadap indeks.
Kalau dibandingkan dengan bursa global, kinerja IHSG terasa semakin suram. Sementara mayoritas bursa dunia menguat, IHSG justru terperosok. Di kawasan ASEAN sendiri, Thailand dan Singapura catat penguatan. Apalagi bursa-bursa besar seperti Dow Jones AS dan FTSE 100 Inggris, yang naik lebih dari 3%. Bahkan indeks Brasil melonjak 3,52%. Posisi IHSG yang minus 0,99% jelas tertinggal jauh.
Nuansa pekan ini jelas berat. Dengan tekanan jual asing yang kuat dan transaksi yang menipis, pasar seperti kehilangan momentum. Pertanyaannya sekarang, apakah ini hanya koreksi sesaat atau awal dari tren yang lebih dalam? Kita tunggu saja pembukaan perdagangan pekan depan.
Artikel Terkait
WIKA Catat Kerugian Rp9,75 Triliun di 2025 Meski Raih Kontrak Baru Rp17,46 Triliun
OJK dan BEI Rampungkan Empat Agenda Reformasi Transparansi Pasar Modal
PTPP Lakukan Penyesuaian Akuntansi untuk Perkuat Fondasi Keuangan Jangka Panjang
BEI Umumkan Daftar Saham dengan Kepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Masuk Kategori