Di kediaman Din Syamsuddin di Jakarta Selatan, Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi melakukan pertemuan yang cukup hangat. Agenda utamanya jelas: menyerukan solidaritas umat Islam dalam sebuah kampanye anti perang, khususnya yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap negaranya.
Boroujerdi dengan tegas menyatakan posisinya.
Di sisi lain, diplomat itu tak lupa menyampaikan apresiasi. Pemerintah Indonesia dinilainya punya sikap yang tepat, bahkan bersedia jadi jembatan perdamaian pasca konflik memanas.
Nah, soal upaya perdamaian ini, Boroujerdi juga mengapresiasi peran Din Syamsuddin. Rupanya, desakan dari berbagai kalangan untuk membentuk gerakan anti perang terhadap Iran sudah mengemuka. "Banyak teman-teman yang mendesak kita buat kampanye itu," tuturnya. Momen pertemuan ini bisa jadi awal, katanya, untuk membentuk suatu aliansi atau perkumpulan yang intinya menentang perang.
Artikel Terkait
Penumpang KA Sancaka Terluka Usai Lompat dari Kereta yang Melaju di Stasiun Klaten
Turis Belgia Dideportasi Usai Lompat Tebing dan Rusakkan Motor Sewaan
PPATK Belajar Strategi Komunikasi Publik ke Bidhumas Polda Metro Jaya
Dubes Iran Kunjungi Tokoh Puncak Indonesia, Bahas Situasi Terkini dan Kampanye Antiperang