Di lantai bursa, pergerakan hari Kamis sendiri cukup beragam. Dow Jones akhirnya turun tipis 0,13 persen ke level 46.504,67. Sementara S&P 500 dan Nasdaq masih mampu naik, masing-masing 0,11 persen dan 0,18 persen. Indeks ketakutan VIX pun mereda, turun ke posisi 23,87.
Pola tradingnya menarik. Investor terlihat bermain aman, lari ke sektor-sektor yang dianggap lebih tahan banting. Saham utilitas, yang dikenal dengan dividen stabil, naik 0,6 persen. Sektor properti malah lebih ganas, melonjak 1,5 persen, mungkin karena dianggap sebagai sumber arus kas yang andal di tengah ketidakpastian.
Tapi tidak semua sektor beruntung. Saham barang konsumsi diskresioner justru terpuruk 1,5 persen, jadi yang terburuk kinerjanya. Penurunan didorong oleh Tesla yang anjlok 5,4 persen setelah rilis angka pengiriman kuartal pertamanya yang mengecewakan.
Selain geopolitik, ada juga kekhawatiran dari sisi kredit swasta. Blue Owl membatasi penarikan dana dari dua produk ritelnya, yang langsung bikin investor waswas. Sahamnya pun jadi salah satu yang paling sibuk diperdagangkan hari itu.
Volume perdagangan secara keseluruhan tercatat 16,75 miliar saham agak sepi dibanding rata-rata 20 hari terakhir yang mencapai 17,82 miliar. Mungkin banyak yang sudah mempersiapkan diri untuk libur Jumat Agung.
Oh ya, satu lagi yang bakal disorot pekan depan: kabar IPO rahasia SpaceX milik Elon Musk. Perusahaan itu dikabarkan mengajukan penawaran umum dengan target valuasi fantastis, USD1,75 triliun. Pasti bakal ramai dibicarakan.
Jadi, pasar minggu ini ditutup dengan napas lega. Setelah goncangan di awal, ketegangan geopolitik sedikit mereda dan investor menikmati kenaikan mingguan yang cukup berarti. Tapi semua masih menunggu, apa yang akan terjadi setelah liburan usai.
Artikel Terkait
BEI Umumkan 9 Saham dengan Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, BREN dan DSSA Masuk Daftar
IHSG Anjlok 1% Ditekan Aksi Jual Asing Rp2,95 Triliun
Harga Emas Antam di Pegadaian Naik Rp20.000, Galeri24 dan UBS Turun Tipis
BEI Rilis Daftar Saham Berkepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Terancam MSCI