Di Erajaya, keterlibatannya sudah lama. Pertama kali ia duduk di kursi Komisaris Independen pada 2011. Pengangkatannya kembali untuk periode ketiga baru saja dilakukan Maret tahun lalu, tepatnya 19 Maret 2025. Menariknya, dalam keterangan resmi disebutkan Lim Bing Tjay tidak memiliki hubungan afiliasi apa pun dengan pemegang saham utama maupun dengan sesama anggota dewan dan direksi.
Pengunduran dirinya ini terjadi di saat kinerja ERAA justru sedang bersinar. Sepanjang 2025, perusahaan ritel teknologi milik istri Aguan ini mencatatkan prestasi yang bisa dibilang cemerlang. Mereka berhasil mendongkrak pendapatan dan laba bersih hingga dua digit, meski tantangan daya beli masyarakat tak bisa dibilang ringan.
Penjualan bersihnya mencapai Rp76,6 triliun, naik 17,3% dari tahun sebelumnya. Andalan utama tetap dari segmen telepon seluler dan tablet, dengan kontribusi dominan sebesar 78% dari total penjualan. Merek-merek seperti Apple dan Samsung masih menjadi motor penggeraknya. Segmen ini sendiri menyumbang Rp60,1 triliun, tumbuh 14,7%.
Tak ketinggalan, segmen komputer dan elektronik lain juga tumbuh 15,7% menjadi Rp3,1 triliun. Yang paling melesat justru aksesoris dan kategori lainnya, yang meroket 39,7% ke angka Rp11,9 triliun.
Di sisi profitabilitas, laba bersih ERAA naik 15,9% menjadi Rp1,19 triliun. Laba per sahamnya tercatat Rp74,98, dengan margin laba bersih yang tetap terjaga di level 15,8 persen. Kinerja yang solid di tengah transisi kepemimpinan dewan.
Artikel Terkait
BEI Rilis Daftar Saham Berkepemilikan Sangat Terkonsentrasi, BREN dan DSSA Terancam MSCI
KB Bank Bangkit dari Kerugian Triliunan, Catat Laba Rp66,59 Miliar di 2025
Pasar Saham AS Berakhir Bervariasi Usai Ketegangan Timur Tengah Mereda
BEI Umumkan Daftar 10 Saham dengan Kepemilikan Paling Terkonsentrasi