Tina mengatakan, untuk membuat event event bagi wadah gerakan UKM itu perlu pembacaan momen yang pas. Terutama saat kunjungan wisata sedang surut maka perlu event pembangkit. Atau saat momen perayaan hari raya dan libur panjang seperti Februari ini ada Imlek dan Isra Miraj, butuh event pendukung sesuai tema.
"Dengan terbiasa meramaikan event seperti ini, UKM itu bisa terus belajar membaca minat pasar, punya daya saing meningkatkan kualitas, hingga lama lama naik kelas," ujar Tina.
Kawasan Sleman City Hall, kata Tina, menjadi lokasi strategis menggelar event karena berada di tepi Jalan Yogya-Magelang sebelum masuk wilayah Kota Yogya. Sehingga pasar wisatawan terutama dari arah utara yakni Jawa Tengah dapat transit dan berbelanja sembari kulineran dengan mudah.
Penyelenggara Festival Oriental Food China Town Yogyakarta Arnold Sebastian Egg menuturkan festival ini tidak hanya menyuguhkan puluhan stand kuliner bernuansa Imlek.
"Selama festival, ada juga serangkaian pertunjukan seni budaya, pameran, lomba-lomba, dan tari barongsai untuk memperingati Tahun Baru Imlek," kata Arnold yang juga Direktur Labamu tersebut.
Para UMKM di festival ini juga didampingi meningkatkan literasi keuangan digital serta mendapatkan pelatihan komprehensif seperti pembukuan yang selama ini masih kurang diperhatikan pelaku UMKM.
"Jadi pedangan festival kuliner ini juga memahami pentingya pertumbuhan pasar lewat perangkat digital, mengelola penjualan, invoice, pembayaran QRIS secara efisien, sampai pengelolaan bahan baku," kata dia.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: sijogja.com
Artikel Terkait
MIND ID dan Pertamina Pacu Hilirisasi Batu Bara untuk Tekan Impor LPG
Bencana Akhir Tahun: 189 Ribu Rumah Rusak di Aceh hingga Sumatera
Menabung 100 Juta Sehari, Butuh 308 Juta Tahun untuk Mengejar Elon Musk
Rupiah Tersungkur di Awal 2026, Tertekan Dolar dan Sinyal Domestik