Di sisi lain, Adrian Day dari Adrian Day Asset Management punya pandangan yang sedikit lebih berhati-hati. Meski begitu, ia melihat bias menguat.
"Saya memperkirakan pergerakan naik-turun masih terjadi, tetapi dengan bias menguat. Saya ragu menyebutnya sebagai titik dasar, namun penutupan perdagangan Kamis sedikit di atas USD 4.350 bisa jadi merupakan level tersebut. Memang belum sepenuhnya mencapai target penurunan saya, tetapi sudah mendekati," kata Day.
Secara rinci, dari 16 analis Wall Street yang berpartisipasi, delapan orang (50%) memprediksi kenaikan untuk pekan ini. Hanya tiga analis (19%) yang melihat potensi penurunan, sementara sisanya lima orang (31%) menilai pergerakan harga akan cenderung datar atau sideway.
Yang menarik, sentimen investor kecil-kecilan alias ritel untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan terakhir sejalan dengan para profesional. Dari 263 suara yang masuk dalam jajak pendapat online Kitco, 139 responden (53%) yakin harga akan naik. Sebanyak 60 orang (23%) memprediksi turun, dan 64 investor (24%) memperkirakan harga akan bergerak konsolidatif.
Pekan ini, meski hari perdagangan lebih singkat karena libur Good Friday, pasar tetap punya banyak bahan untuk dikunyah. Laporan ketenagakerjaan AS untuk Maret tetap akan dirilis sesuai jadwal dan pasti jadi sorotan utama.
Agenda ekonomi lainnya juga padat. Mulai dari pidato Ketua The Fed Jerome Powell di Harvard pada Senin, data JOLTS dan Consumer Confidence di hari Selasa, hingga rilis data ADP Employment, Retail Sales, dan ISM Manufacturing PMI pada Rabu. Kamis pagi nanti, klaim pengangguran mingguan akan menutup rangkaian data penting sebelum akhir pekan.
Artikel Terkait
Pasar Saham Asia Terpukul Imbas Konflik Timur Tengah dan Ancaman Stagflasi
IHSG Anjlok 1,55% di Awal Perdagangan Pasca-Lebaran, Semua Sektor Terkapar Merah
Ketegangan Hormuz dan Ancaman Perang Dorong Harga Minyak Mendekati USD100
Pasar Modal Pekan Pendek, Data AS dan China Jadi Sorotan Utama