Selain ketenagakerjaan, ada juga survei ISM Manufacturing PMI. Data ini akan memberikan gambaran nyata tentang dampak kenaikan biaya energi yang tak lepas dari konflik AS-Israel versus Iran terhadap para produsen barang. Apakah mereka masih bisa bertahan atau mulai tertekan?
Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju ke China. Data Caixin China General Manufacturing PMI akan menjadi indikator terbaru kondisi perekonomian negeri Tirai Bambu itu. Jangan lupa, China adalah raksasa ekonomi nomor dua di dunia sekaligus importir energi terbesar. Gerak-geriknya selalu berpengaruh global. Rilis data manufaktur dari negara lain, termasuk Indonesia, juga bakal jadi bahan pertimbangan investor.
Lalu, bagaimana dengan dalam negeri? Badan Pusat Statistik (BPS) rencananya akan merilis sejumlah data resmi pekan ini. Mulai dari inflasi, ekspor-impor, sampai data strategis lainnya. Data-data inilah yang nantinya akan jadi acuan untuk melihat ketahanan ekonomi domestik di tengah gejolak yang ada.
Jadi, meski pekan pendek, sajian datanya justru padat dan beragam. Tinggal tunggu saja, mana yang akan jadi sentimen dominan.
Artikel Terkait
Ketegangan Hormuz dan Ancaman Perang Dorong Harga Minyak Mendekati USD100
Harga Emas Melonjak 2,67% ke Level USD 4.495, Sentimen Analis Berbalik Bullish
Pemerintah Pertimbangkan Pajak Tambahan untuk Produk China di E-commerce Lindungi UMKM
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025