Purbaya Yakin Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5% Meski Diterjang Banjir

- Kamis, 04 Desember 2025 | 17:15 WIB
Purbaya Yakin Ekonomi Tumbuh di Atas 5,5% Meski Diterjang Banjir

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yakin, target pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 bisa dipertahankan di atas 5,5 persen. Keyakinan ini disampaikannya meski ada ancaman dari bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera. Menurutnya, dampak bencana itu tak akan terlalu signifikan menghambat laju perekonomian.

“Akan berdampak tapi tidak sampai memperlambat terlalu signifikan,” ujar Purbaya.

Ia bahkan melihat sisi lain. “Apalagi nanti kalau ada perbaikan-perbaikan fasilitas bangunan dan lain-lain itu akan mendorong ekonomi sedikit,” tambahnya saat berbincang dengan awak media di Gedung DPR RI, Kamis lalu.

Di sisi lain, pemerintah tak tinggal diam. Purbaya menegaskan kesiapan untuk mengulangi langkah intervensi jika diperlukan, guna mengantisipasi gangguan pada sistem finansial di daerah terdampak. Caranya? Dengan kembali menggelontorkan dana ke sektor perbankan.

Kebijakan serupa sebenarnya sudah berjalan sejak September tahun lalu. Saat itu, pemerintah menempatkan dana menganggur senilai Rp276 triliun di Bank Indonesia. Nah, langkah itu siap diulang.

“Jadi saya pikir sih masih akan di atas 5,5 persen,” katanya dengan nada optimis. “Saya akan monitor kondisi keuangan di sistem finansial, kalau masih dianggap kurang saya akan gelontorkan lagi uang saya ke perbankan.”

Soal penanganan bencana, Purbaya juga memberi sinyal positif. Anggaran Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dipastikan akan selalu cukup. Pemerintah berjanji memenuhi kebutuhan dana sesuai program yang diajukan.

Memang, anggaran BNPB saat ini masih tersisa lebih dari Rp500 miliar. Tapi jangan khawatir. Purbaya menyatakan pemerintah siap menyediakan tambahan dana jika kebutuhan di lapangan ternyata membengkak.

“Kami masih tunggu. Tapi mereka sudah punya uang di anggaran mereka Rp500 miliar lebih, mungkin belum habis,” jelasnya. “Tapi kita sediakan nanti kalau diperlukan lebih banyak dari itu.”

Jadi, intinya, pemerintah merasa punya cukup amunisi. Baik untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, maupun untuk langsung menangani korban dan kerusakan pasca-bencana. Semua demi menjaga agar roda ekonomi tetap berputar kencang.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar