Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Dikirim oleh ART

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB
Tabung Whip Pink di Apartemen Lula Lahfah Dikirim oleh ART

Polisi akhirnya angkat bicara soal tabung Whip Pink yang ditemukan di apartemen mendiang Lula Lahfah. Mereka membenarkan temuan itu, sekaligus mengungkap siapa yang membawa benda tersebut ke dalam unit. Ternyata, bukan orang sembarangan.

Menurut rekaman CCTV yang dipelajari penyidik, Asisten Rumah Tangga (ART) berinisial A lah yang mengantarkan tabung berwarna khas itu ke kamar. Kejadiannya sehari sebelum Lula ditemukan meninggal, tepatnya Kamis, 22 Januari 2026. A mengambil pesanan yang ditaruh di lobi apartemen untuk kemudian dibawa ke atas.

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan, AKBP Mohamad Iskandarsyah, membeberkan kronologinya pada Jumat (30/1).

"Saat LL masih di rumah sakit, terlihat aktivitas dari saudari A turun ke lobi. Dari keterangannya, dia mengambil sebuah titipan," ujar Iskandarsyah.

"Dari CCTV terlihat dia membawa satu bungkusan ke atas dan menempatkannya. Setelah itu, terlihat saudari LL dan saudari C kembali ke apartemen," lanjutnya.

Momen itu, kata dia, menjadi kali terakhir Lula terekam kamera dalam keadaan hidup.

Esok harinya, Jumat 23 Januari, laporan penemuan jenazah pun masuk. Saat tiba di TKP, polisi mendapati Lula sudah terbujur kaku. Pencarian di lokasi mengungkap lebih dari sekadar fakta sedih itu. Mereka menemukan sejumlah obat dan, yang menarik, tabung Whip Pink yang dibawa ART sehari sebelumnya. Tabung itu justru ditemukan di kamar si ART, bukan di kamar Lula.

"Pada penemuan jenazah, LL sudah dalam kondisi kaku sendirian di kamar. Kami selidiki kemungkinan tindak pidana. Dari olah TKP, tabung gas Whip Pink kami temukan di kamar saudari A," jelas Iskandarsyah tegas.

Setelah diperiksa di Puslabfor Mabes Polri, tabung itu ternyata sudah kosong. Polisi kini berusaha melacak asal-usulnya. Mereka bekerja sama dengan pihak keamanan apartemen untuk melacak pengantarnya.

"Kami saksikan di CCTV, saudari A membawa kantong berisi tabung pink. Setelah diperiksa, tabungnya kosong," bebernya.

Nah, soal Whip Pink ini sendiri. Sebenarnya, tabung berisi Nitrous Oxide (N2O) ini punya fungsi legal di industri kuliner sebagai pendorong krim kocok. Tapi di luar itu, sering disalahgunakan. Gasnya dihirup untuk mendapatkan efek tertentu, sebuah praktik berbahaya yang sayangnya marak.

Menariknya, si ART mengaku baru pertama kali melihat benda semacam itu di apartemen majikannya. Setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman dekat Lula, polisi menarik kesimpulan. Mereka tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus kematian ini.

"Kami periksa saksi untuk mengklarifikasi apakah LL sering menggunakannya. Namun dari kesaksian A, ini adalah kali pertama dia melihat tabung pink tersebut di sana," tutup Iskandarsyah.

Begitulah. Investigasi berjalan, tapi sejauh ini polisi tak melihat ada kejahatan. Semuanya berakhir dengan tanda tanya dan duka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler