"Pada penemuan jenazah, LL sudah dalam kondisi kaku sendirian di kamar. Kami selidiki kemungkinan tindak pidana. Dari olah TKP, tabung gas Whip Pink kami temukan di kamar saudari A," jelas Iskandarsyah tegas.
Setelah diperiksa di Puslabfor Mabes Polri, tabung itu ternyata sudah kosong. Polisi kini berusaha melacak asal-usulnya. Mereka bekerja sama dengan pihak keamanan apartemen untuk melacak pengantarnya.
"Kami saksikan di CCTV, saudari A membawa kantong berisi tabung pink. Setelah diperiksa, tabungnya kosong," bebernya.
Nah, soal Whip Pink ini sendiri. Sebenarnya, tabung berisi Nitrous Oxide (N2O) ini punya fungsi legal di industri kuliner sebagai pendorong krim kocok. Tapi di luar itu, sering disalahgunakan. Gasnya dihirup untuk mendapatkan efek tertentu, sebuah praktik berbahaya yang sayangnya marak.
Menariknya, si ART mengaku baru pertama kali melihat benda semacam itu di apartemen majikannya. Setelah memeriksa sejumlah saksi, termasuk teman-teman dekat Lula, polisi menarik kesimpulan. Mereka tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kasus kematian ini.
"Kami periksa saksi untuk mengklarifikasi apakah LL sering menggunakannya. Namun dari kesaksian A, ini adalah kali pertama dia melihat tabung pink tersebut di sana," tutup Iskandarsyah.
Begitulah. Investigasi berjalan, tapi sejauh ini polisi tak melihat ada kejahatan. Semuanya berakhir dengan tanda tanya dan duka.
Artikel Terkait
Kasus Meninggalnya Selebgram Lula Lahfah Ditutup Polisi, Tanpa Autopsi dan Jawaban Pasti
Misteri V: Sosok Kunci di Balik Kematian Lula Lahfah yang Tak Kunjung Hadir
Kenan Yildiz: Dari Bayern ke Juventus, Kisah Pemuda yang Pilih Turki dan Bikin Jerman Menyesal
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak: Saya Tak Pernah Tidak Mengakui Ressa