PP Presisi: Saham BUMN Konstruksi yang Melonjak 133% Sepanjang 2025

- Senin, 15 Desember 2025 | 14:40 WIB
PP Presisi: Saham BUMN Konstruksi yang Melonjak 133% Sepanjang 2025

Kalau bicara soal saham konstruksi dan pertambangan, nama PP Presisi (PPRE) pasti sering muncul. Tapi, siapa sebenarnya yang memegang kendali perusahaan ini? Jawabannya cukup jelas: PPRE adalah anak usaha dari PT PP Tbk (PTPP), yang notabene merupakan Badan Usaha Milik Negara atau BUMN. Jadi, bisa dibilang, saham emiten ini pada akhirnya dimiliki oleh negara.

Perjalanan perusahaan ini cukup panjang. Awalnya, pada 2004, mereka berdiri dengan nama PT Prima Jasa Aldodua yang fokus pada jasa penyewaan peralatan biasa. Namun, bisnis mereka berkembang pesat. Menurut informasi dari laman resmi perusahaan, transformasi besar terjadi sekitar 2015. Saat itulah mereka diakuisisi oleh PTPP, lalu banting setir ke penyewaan alat berat skala besar dan berganti nama menjadi PP Peralatan Konstruksi sebelum akhirnya menjadi PP Presisi seperti sekarang.

Kini, usahanya terkonsentrasi pada dua sektor utama: pertambangan dan pekerjaan sipil. Mereka punya empat lini bisnis yang saling terkait. Pertama, tentu saja jasa pertambangan untuk komoditas seperti batu bara dan nikel. Lalu ada pekerjaan sipil, pekerjaan struktur, dan tentunya, penyewaan alat berat yang jadi tulang punggung awal mereka.

Ruang lingkup kerjanya sangat luas. Di sektor tambang, mereka menangani mulai dari pengupasan tanah, pengangkutan material, hingga pemeliharaan infrastruktur pendukung. Sementara di pekerjaan sipil, daftar proyeknya bisa bikin pusing. Mulai dari pembangunan bandara, pelabuhan, rel kereta, bendungan, hingga jalan tol. Mereka terlibat dari hulu ke hilir, dari pembukaan lahan sampai pengecoran beton.

Beberapa proyek besutan mereka cukup terkenal. Ambil contoh runway 3 di Bandara Soekarno-Hatta, konstruksi Bandara Kediri, hingga dermaga untuk IKN Nusantara dan Pelabuhan Patimban. Untuk mendukung semua pekerjaan itu, hingga Oktober 2025 mereka punya armada yang tidak main-main: 1.398 unit alat berat siap kerja.

Performanya juga terlihat cukup solid. Hingga pertengahan 2025, mereka berhasil mengantongi kontrak baru senilai Rp3,2 triliun. Mayoritas, hampir 90 persen, datang dari segmen jasa pertambangan dan konstruksi.

Lalu, bagaimana dengan kepemilikan sahamnya di bursa?

PPRE melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2017. Kala itu, mereka melepas 2,35 miliar saham dengan harga Rp430 per lembar, sehingga berhasil menghimpun dana segar lebih dari Rp1 triliun.

Berdasarkan data terbaru per November 2025, struktur kepemilikannya sangat jelas. Pengendali utamanya adalah PT PP Tbk (PTPP) sebagai induk usaha, yang memegang sekitar 7,87 miliar saham atau setara 76,99% dari total. Porsi publik, yang dipegang oleh masyarakat, berada di angka 21,93%. Dengan kata lain, penerima manfaat akhir dari seluruh saham PPRE tetaplah PTPP selaku induknya.

Di pasar, saham PPRE menunjukkan kinerja yang spektakuler sepanjang 2025. Pada perdagangan suatu hari di pertengahan Desember, sahamnya bertengger di sekitar Rp145, melonjak hampir 24% hanya dalam sehari. Yang lebih mencengangkan, kenaikannya sejak awal tahun telah menembus angka 133% lebih. Sebuah pertumbuhan yang luar biasa untuk saham sektor ini.

Jadi, itulah sekelumit profil dan kepemilikan dari PP Presisi. Sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang vital, dengan kinerja proyek dan pasar yang patut diperhitungkan.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler