Lalu, bagaimana dengan kepemilikan sahamnya di bursa?
PPRE melantai di Bursa Efek Indonesia pada 2017. Kala itu, mereka melepas 2,35 miliar saham dengan harga Rp430 per lembar, sehingga berhasil menghimpun dana segar lebih dari Rp1 triliun.
Berdasarkan data terbaru per November 2025, struktur kepemilikannya sangat jelas. Pengendali utamanya adalah PT PP Tbk (PTPP) sebagai induk usaha, yang memegang sekitar 7,87 miliar saham atau setara 76,99% dari total. Porsi publik, yang dipegang oleh masyarakat, berada di angka 21,93%. Dengan kata lain, penerima manfaat akhir dari seluruh saham PPRE tetaplah PTPP selaku induknya.
Di pasar, saham PPRE menunjukkan kinerja yang spektakuler sepanjang 2025. Pada perdagangan suatu hari di pertengahan Desember, sahamnya bertengger di sekitar Rp145, melonjak hampir 24% hanya dalam sehari. Yang lebih mencengangkan, kenaikannya sejak awal tahun telah menembus angka 133% lebih. Sebuah pertumbuhan yang luar biasa untuk saham sektor ini.
Jadi, itulah sekelumit profil dan kepemilikan dari PP Presisi. Sebuah perusahaan BUMN yang bergerak di bidang vital, dengan kinerja proyek dan pasar yang patut diperhitungkan.
Artikel Terkait
Saham Asia Menguat Didorong AI, Waspada Gejolak Harga Minyak
Saham Konglomerat Terjun Bebas, Anjlok Hingga 40% Menjelang Lebaran
Wall Street Ditutup Menguat Meski Kenaikan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah Tekan Sentimen
Serangan ke Pelabuhan Fujairah Picu Lonjakan Harga Minyak dan Ancaman Disrupsi Pasokan Global