Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 15 Tewas, DPR Soroti Perlintasan Sebidang dan Sistem Persinyalan KA

- Rabu, 29 April 2026 | 06:50 WIB
Kecelakaan Beruntun di Bekasi Timur: 15 Tewas, DPR Soroti Perlintasan Sebidang dan Sistem Persinyalan KA

Wakil Ketua Komisi V DPR, Ridwan Bae, angkat bicara soal kecelakaan yang melibatkan Kereta Api Jarak Jauh (KAJJ) Argo Bromo dan KRL di Bekasi Timur. Ia menyoroti satu titik yang menurutnya cukup krusial: perlintasan sebidang di Jalan Ampera, dekat Stasiun Bekasi Timur. Lokasi itu, kata dia, risikonya tinggi banget.

"Praktik penggunaan palang manual yang dioperasikan masyarakat masih berisiko tinggi sehingga perlu ditingkatkan melalui sistem yang lebih modern," ujar Ridwan Bae kepada wartawan, Rabu (28/4/2026).

Politikus Golkar itu juga berharap pemerintah bisa mempercepat pembangunan flyover di wilayah Bekasi Timur. Menurutnya, proyek semacam itu bisa menekan angka kecelakaan di titik-titik rawan.

"Selain itu, pembangunan flyover atau underpass di wilayah dengan lalu lintas tinggi juga perlu dipercepat untuk meminimalkan potensi kecelakaan," tambahnya.

Di sisi lain, Ridwan menilai perlu ada evaluasi yang lebih dalam bukan sekadar permukaan terhadap sistem persinyalan dan komunikasi operasional KAI. Ia bilang, sistem yang ada sekarang seharusnya bisa mencegah tabrakan. Misalnya, dengan memberikan informasi secara real-time kepada masinis dan petugas stasiun. Tapi kenyataannya, masih saja ada celah.

"Adanya jeda waktu antara insiden awal dan tabrakan susulan menunjukkan perlunya investigasi lebih lanjut, baik dari aspek human error maupun keandalan teknologi," kata Ridwan.

"Evaluasi menyeluruh dan investigasi transparan guna memulihkan kepercayaan publik serta memastikan keselamatan sebagai prioritas utama dalam transportasi kereta api," tegasnya lagi.

Ngomong-ngomong soal korban, jumlahnya terus bertambah. Kini tercatat 15 orang meninggal dalam kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line di Stasiun Bekasi Timur. Proses evakuasi melibatkan banyak pihak, termasuk Basarnas.

Kejadiannya berawal Senin malam, 27 April. Sebuah taksi Green SM mogok dan berhenti di tengah rel, tak jauh dari Stasiun Bekasi Timur. Nah, dari arah Cikarang menuju Jakarta, meluncurlah KRL yang kemudian menabrak taksi itu.

Setelah tabrakan pertama, KRL itu berhenti di tengah rel. Warga sekitar langsung berdatangan, mencoba membantu evakuasi taksi yang ringsek. Suasana malam itu pasti mencekam.

Namun begitu, masalah belum selesai. Akibat insiden pertama, KRL jurusan Cikarang jadi tertahan lebih lama di Stasiun Bekasi Timur. Dan nahas, di situlah kemudian KA Argo Bromo Anggrek yang melaju dari arah Jakarta menghantamnya dari belakang. Dua insiden dalam satu malam, di lokasi yang sama.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar