JAKARTA Suasana duka menyelimuti rumah Nuryati di kawasan Utan Panjang, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (28/4/2026). Wakil Gubernur Jakarta, Rano Karno, datang melayat langsung ke sana. Nuryati adalah salah satu korban tabrakan kereta api di Bekasi Timur yang mengguncang banyak pihak.
Rano tiba dengan wajah sendat. Ia menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Bukan sekadar ucapan, ia juga mencoba menguatkan keluarga yang ditinggalkan. Di tengah ruang tamu yang penuh pelayat, ia berjanji bahwa Pemerintah Provinsi Jakarta tidak akan tinggal diam.
“Saya melihat di televisi kejadian di Bekasi dan dari malam itu saya perintahkan untuk Jakarta membantu Bekasi. Insya Allah, BPBD, kemudian PMI kita juga turun ke Bekasi, bahkan sebagian teman-teman dari damkar juga,” ujarnya.
Menurut Rano, ia cukup terkejut dengan peristiwa ini. Apalagi, kata dia, gerbong perempuan yang ada di bagian belakang KRL dilaporkan hancur parah. “Ini musibah besar. Harus jadi pelajaran ke depan,” ucapnya lirih.
Dari total belasan korban meninggal, empat di antaranya warga Jakarta. Salah satunya adalah seorang guru yang tinggal di Cikarang. Kepala Dinas Pendidikan Jakarta pun sudah sempat mendatangi rumah duka untuk memberikan dukungan moral.
Di sisi lain, Nuryati bukanlah orang sembarangan di lingkungannya. Ia dikenal sebagai kader Dasa Wisma yang aktif. Selain itu, ia juga menjadi Juru Pemantau Jentik atau biasa disebut Jumantik yang rutin turun ke lapangan untuk mencegah penyebaran penyakit. Tetangganya bilang, ia tak pernah absen dalam kegiatan posyandu dan kerja bakti.
Rano memastikan bahwa Dinas Pertamanan dan Hutan Kota sudah turun tangan membantu proses pemakaman. Bantuan juga mengalir dari Baznas BAZIS DKI Jakarta dalam bentuk santunan untuk keluarga yang ditinggalkan.
“Beliau ini kan juga Dasawisma, rajin Jumantik. Nah itu sudah bagian yang memang keluarga dari kita lah, dari komponen pegawai di Pemprov,” katanya.
Artikel Terkait
Polisi Gerebek Dua Tempat Hiburan Berkedok Timezone, 60 Orang Diamankan di Jakarta
Bank Dunia Proyeksikan Defisit APBN Bertahan di 2,8 Persen hingga 2027 akibat Tekanan Subsidi dan Belanja Prioritas
BI Rate Naik 25 Bps, Dampak ke Bunga KPR Disebut Tak Otomatis Penuh
Ancol Gratiskan Masuk untuk Pemegang KTP Jakarta pada 22, 27, dan 28 Juni 2026