Bus Trans Manado Terpaksa Berhenti Beroperasi
MANADO – Aksi demo sopir mikrolet yang sudah berlangsung dua hari akhirnya memaksa Bus Trans Manado berhenti beroperasi. Mereka benar-benar menolak kehadiran bus tersebut. Puncaknya, para sopir mikrolet ini sampai mencegat bus-bus itu di beberapa titik jalan. Situasinya jadi lumayan tegang.
Keputusan untuk menghentikan sementara operasi bus pun diambil. Alasannya jelas: demi keamanan dan mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.
Salah satu sopir Bus Trans Manado, Rulan Tumanduk, mengaku sudah mendapat perintah untuk tidak bekerja dulu. Ini terjadi setelah aksi-aksi pengadangan itu berlangsung.
“Sementara ini kami diminta berhenti dulu membawa bus, karena ada demo sopir mikrolet. Kami belum tahu kapan beroperasi lagi,” ujar Rulan, Selasa (2/12).
Rulan berharap aksi seperti itu tidak terulang. Dia merasa keberatan. Menurutnya, kalau memang ada penolakan, seharusnya disampaikan ke pihak berwenang, bukan ke sesama sopir yang sama-sama cari nafkah.
“Kami ini juga hanya sesama sopir, kami juga bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Jadi kalau menolak harusnya disampaikan ke Pemerintah saja, bukan ke kami,” ungkapnya.
Di sisi lain, belum jelas apakah aksi para sopir mikrolet akan berlanjut atau tidak. Mereka masih menunggu perkembangan selanjutnya.
Aksi yang terjadi ini sebenarnya adalah lanjutan dari unjuk rasa sebelumnya. Para sopir mikrolet merasa kecewa berat. Pasalnya, Pemerintah Kota Manado dianggap melanggar kesepakatan yang sudah dibuat bersama dalam pertemuan hari Senin (1/12).
“Sudah ada kesepakatan kemarin dengan pihak pemerintah dan kepolisian kalau Bus Trans Manado ini akan berhenti beroperasi selama bulan Desember sampai Januari. Tapi kenyataannya mereka tetap beroperasi,” jelas Makarius Samodara, salah satu sopir yang ikut demo.
Jadi, inti masalahnya ada di situ. Kesepakatan di atas kertas ternyata tak berjalan di lapangan. Kini, warga Manado yang harus menanggung akibatnya dengan terhentinya layanan bus.
Artikel Terkait
Bareskrim dan FBI Buru 2.400 Pembeli Alat Phishing Buatan Pasangan NTT, Kerugian Capai Rp350 Miliar
Empat Pelajar SMK di Lampung Barat Temukan Celah Keamanan Sistem Digital NASA, Diakui sebagai White Hacker Dunia
Trabzonspor Lolos ke Babak Berikutnya Piala Turki Usai Kalahkan Samsunspor Lewat Adu Penalti
Pabrik Minyakita di Sidoarho Curangi Takaran, Isi Jeriken 5 Liter Hanya 4,3 Liter