PT Asri Karya Lestari Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sahkan Perubahan Susunan Direksi dan Pengendali Baru

- Selasa, 28 April 2026 | 03:35 WIB
PT Asri Karya Lestari Tbk Gelar RUPST dan RUPSLB, Sahkan Perubahan Susunan Direksi dan Pengendali Baru

IDXChannel Suasana di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Senin (27/4/2026) kemarin, terlihat cukup sibuk. PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI) menggelar dua agenda penting sekaligus: Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan Tahun Buku 2025 (RUPST) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Dua rapat ini jadi momen krusial bagi perusahaan.

Lewat RUPST dan RUPSLB itu, sejumlah agenda strategis akhirnya disetujui. Mulai dari pengesahan laporan keuangan, gimana laba akan dipakai, sampai perubahan susunan pengurus. Ada juga penyesuaian kebijakan korporasi lainnya semua ini katanya bagian dari upaya memperkuat tata kelola dan kepatuhan. Ya, namanya juga perusahaan publik, urusan begini memang nggak bisa dianggap sepele.

Nah, di RUPSLB, pemegang saham atau mereka yang mewakili juga sepakat buat mengubah jajaran Direksi dan Dewan Komisaris. Masa jabatan mereka mulai berlaku begitu rapat ditutup.

Jadi, beginilah susunan pengurus yang baru:

Dewan Komisaris:
Komisaris Utama – Drs. Yazid Fanani, M.Si
Komisaris Independen – Erry Firmansyah
Komisaris – Wison

Dewan Direksi:
Direktur Utama – Agus Karianto
Direktur – Bambang Setiadji
Direktur – Bambang Supeno Irianto

Selain soal orang-orang di pucuk pimpinan, ada hal lain yang juga disetujui. Pemegang saham merestui perubahan data perseroan, tepatnya soal terjadinya pergeseran pemegang saham pengendali. Semua ini udah dituangkan dalam akta notaris, sesuai aturan yang berlaku.

Dengan begitu, komposisi kepemilikan saham ASLI sekarang berubah. PT Wahana Konstruksi Mandiri muncul sebagai pemegang saham pengendali dengan porsi 62,72 persen. Sisanya, 37,28 persen, dipegang oleh masyarakat. Lumayan berubah, ya.

Di sisi lain, lewat pelaksanaan RUPST dan RUPSLB ini, manajemen Asri Karya menegaskan komitmen mereka. Katanya, mereka bakal terus nerapin prinsip tata kelola perusahaan yang baik atau istilah kerennya Good Corporate Governance (GCG) secara konsisten dan berkelanjutan. Ini dianggap sebagai landasan utama buat jalanin bisnis dan ambil keputusan strategis.

Nggak cuma itu. Perseroan juga ngaku bakal makin memperkuat transparansi. Caranya? Dengan nyampein laporan kinerja yang akurat, tepat waktu, dan bisa diandalkan. Tujuannya jelas: biar semua pemangku kepentingan dapet informasi yang relevan, entah buat nilai kinerja atau lihat prospek perusahaan ke depan.

Sejalan dengan semua itu, perusahaan memastikan diri tetap patuh sama seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal. Ya, semoga aja konsisten.

(Febrina Ratna Iskana)

Editor: Yuliana Sari

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar