Harga Emas Melonjak 2,67% ke Level USD 4.495, Sentimen Analis Berbalik Bullish

- Senin, 30 Maret 2026 | 07:15 WIB
Harga Emas Melonjak 2,67% ke Level USD 4.495, Sentimen Analis Berbalik Bullish

Harga emas dunia kembali meroket di akhir pekan kemarin, tepatnya pada Jumat (27/3/2026). Kenaikan ini dipicu aksi beli investor saat harga sempat melemah, atau yang biasa disebut dip-buying. Padahal, awal pekan lalu, logam mulia ini sempat terpuruk dan menyentuh level terendah dalam empat bulan.

Pada penutupan perdagangan, emas spot tercatat melesat 2,67 persen ke level USD 4.495,29 per troy ons. Cukup jauh dari titik terendahnya di USD 4.097,99 pada Senin. Nah, lonjakan ini terjadi bersamaan dengan pengamatan pasar terhadap tanda-tanda meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut Daniel Pavilonis, seorang senior market strategist di RJO Futures, prospek ke depan terlihat cukup cerah.

"Kita kemungkinan akan melihat kenaikan bertahap dalam beberapa pekan ke depan. Jika situasi Iran bisa mereda, pasar memiliki peluang yang cukup besar untuk kembali mengambil risiko," ujarnya.

Sentimen ini sepertinya mulai menyebar. Survei mingguan terbaru dari Kitco News menunjukkan, setengah dari analis Wall Street yang disurvei kembali bersikap bullish. Tak ketinggalan, investor ritel pun menunjukkan bias yang sama, meski masih terbilang ringan, setelah melihat kinerja emas yang solid sepanjang pekan.

James Stanley, senior market strategist di Forex.com, dengan tegas menyatakan "Naik".

"Respons di akhir pekan cukup menggembirakan bagi kubu bullish dan dengan beberapa jam tersisa sebelum penutupan, masih ada kemungkinan terbentuk pola hammer pada grafik mingguan," jelas Stanley.

Editor: Raditya Aulia


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar