Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas

- Senin, 30 Maret 2026 | 09:35 WIB
Polisi Imbau Warga Antisipasi Macet Parah di Sekitar GBK Sore Ini Jelang Final Timnas

Kalau sore ini rencananya mau lewat Senayan, siap-siap aja sama kemacetan. Polisi sudah mengeluarkan imbauan resmi soal potensi macet parah di seputar Stadion Utama Gelora Bung Karno. Penyebabnya jelas: malam nanti, Timnas Indonesia bakal berjibaku melawan Bulgaria di partai puncak FIFA Series 2026.

Lewat akun X-nya, Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya sudah mengingatkan warga. Mereka memperkirakan bakal ada lonjakan volume kendaraan yang signifikan di area GBK.

"Diimbau kepada seluruh masyarakat untuk mengantisipasi potensi kepadatan arus lalu lintas pada ruas jalan tersebut,"

Begitu bunyi pernyataan resmi mereka, Senin (30/3/2026). Intinya, hati-hati kalau melintas.

Kepadatan diperkirakan mulai merambat naik sejak pukul enam sore. Polisi minta warga yang enggak ada kepentingan mendesak untuk menghindari kawasan itu. Selain itu, mereka juga menekankan pentingnya menjaga ketertiban dan keselamatan bersama di tengah euforia sepak bola.

"Mohon ikuti petunjuk dan arahan dari petugas di lapangan,"

Pesan itu ditegaskan kembali. Soalnya, situasi bisa berubah cepat begitu kerumunan penonton mulai memadati lokasi.

Laga final sendiri dijadwalkan kick-off pukul 20.00 WIB. Perjalanan Tim Garuda ke partai ini cukup meyakinkan. Di laga pertama, Jumat lalu, mereka menghajar Saint Kitts & Nevis dengan skor telak 4-0. Beckham Putra mencetak brace, ditambah satu gol masing-masing dari Ole Romeny dan Mauro Zijlstra.

Di sisi lain, lawan mereka, Bulgaria, juga punya catatan menyeramkan. Mereka melibas Kepulauan Solomon dengan skor fantastis 10-2 untuk melangkah ke final. Jadi, duel malam ini dijamin bakal panas, bukan cuma di dalam lapangan, tapi juga di jalanan menuju stadion.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar