Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Melintas, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Terlena

- Senin, 30 Maret 2026 | 09:25 WIB
Iran Izinkan Dua Kapal Pertamina Melintas, DPR Ingatkan Pemerintah Tak Boleh Terlena

Ada secercah kabar baik dari Selat Hormuz yang sempat mencekam. Pemerintah Iran, menurut keterangan Kemlu RI, akhirnya memberi lampu hijau untuk dua kapal Pertamina yang sempat tertahan. Wakil Ketua Komisi I DPR, Dave Laksono, menyambut sinyal positif ini. Tapi, jangan dulu bertepuk tangan. Dave punya pesan keras untuk pemerintah: jangan sampai terlena.

“Keberhasilan diplomasi ini membuktikan bahwa komunikasi aktif dengan Iran bisa membuahkan solusi nyata,” ujar Dave, dihubungi Senin lalu.

Namun begitu, dia langsung menegaskan, “Indonesia tidak boleh berhenti pada satu capaian saja.”

Memang, situasinya belum sepenuhnya aman. Sejak akhir Februari, setelah serangan AS dan Israel, Iran hampir menutup total selat strategis itu. Kacau balau. Pasar energi global gonjang-ganjing, ratusan kapal terjebak, termasuk milik kita. Itu fakta yang bikin was-was.

Nah, menurut Dave, momentum ini justru harus jadi pemicu. Pemerintah perlu menyiapkan strategi berlapis, antisipasi segala kemungkinan agar pasokan energi dalam negeri tetap terjaga. Dia mendesak diversifikasi pasokan energi jadi prioritas utama.

“Dengan strategi yang berlapis, kita bukan cuma bisa atasi tantangan sekarang,” jelasnya, “tapi juga perkuat ketahanan energi bangsa untuk masa depan.”

Di sisi lain, langkah diplomasi harus terus digenjot. Dave mendorong pemerintah untuk bersikap tegas dan bersahabat, tapi orientasinya harus jelas: kepentingan nasional di atas segalanya. Kerja sama bilateral yang tepat, menurutnya, kunci menjaga stabilitas.

“Dengan keseimbangan antara lobi internasional dan kesiapan cadangan energi, Indonesia bisa jaga stabilitas pasokan,” kata Dave.

“Sekaligus memperkuat posisi kita sebagai negara berdaulat yang aktif jaga perdamaian kawasan.”

Optimisme itu penting, tapi harus dibarengi langkah nyata. “Optimisme ini harus jadi pegangan,” imbuhnya, “bahwa lewat kerja sama dan strategi tepat, Indonesia bisa hadapi tantangan global dengan keyakinan penuh.”

Sebelumnya, penjelasan resmi datang dari Jubir Kemlu RI, Yvonne Mewengkang. Dia menyebut sinyal positif Iran itu datang setelah koordinasi intensif antara Kemlu, KBRI Tehran, dan Pertamina dengan pihak Iran.

“Kedubes Iran telah sampaikan pertimbangan positif Pemerintah Iran atas keamanan perlintasan kapal milik Pertamina Group di Selat Hormuz,” tutur Yvonne dalam keterangan Sabtu lalu.

Tapi izin saja tak cukup. Yvonne menambahkan, Pertamina masih harus menyiapkan berbagai kebutuhan teknis. Mulai dari perlindungan asuransi hingga kesiapan kru kapal, sebelum benar-benar melintas.

“Diperlukan kesiapan teknis oleh pihak Pertamina sebelum ditindaklanjutinya tanggapan positif dari pemerintah Iran tersebut,” ucapnya.

Kemlu dan KBRI Tehran, kata dia, akan terus memantau dan berkoordinasi. Tujuannya satu: memastikan kedua kapal itu bisa melintas dengan selamat, meninggalkan ketegangan Selat Hormuz di belakang mereka.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags