Laba usaha pun ikut terpangkas, turun 8,6 persen ke level Rp967,04 miliar. Sementara laba sebelum pajak anjlok lebih dalam, 16,8 persen, menjadi Rp754,88 miliar. Setelah dipotong beban pajak, laba tahun berjalan yang tersisa tinggal Rp548,96 miliar turun lebih dari seperlima dari capaian 2024.
Kalau lihat dari neracanya, ceritanya agak berbeda. Total ekuitas perseroan justru melambung 22,9 persen menjadi Rp7,21 triliun di akhir 2025. Asetnya juga membesar jadi Rp11,89 triliun, naik 12,4 persen. Di tengah tekanan laba, perusahaan tampaknya masih melakukan ekspansi.
Likuiditasnya juga terlihat cukup sehat. Kas dan setara kas mereka naik 13,2 persen menjadi Rp727,79 miliar. Sementara total liabilitas atau kewajiban justru turun tipis, 0,7 persen, menjadi Rp4,68 triliun.
Jadi, gambaran lengkapnya begini: pendapatan naik, aset dan ekuitas menguat, likuiditas terjaga. Tapi beban yang melonjak tinggi akhirnya menghantam garis bawah profitabilitas mereka. Tahun 2025 jelas jadi tahun yang berat bagi HEAL.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil
Laba Bersih Hartadinata Abadi Melonjak 121% Jadi Rp979,6 Miliar pada 2025