Rencana pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza kian jelas. Dari balik dinding Kompleks Parlemen Senayan, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto membeberkan perkembangan terkininya. Menurutnya, proses seleksi untuk kontingen tersebut sudah berjalan. Yang menarik, pasukan ini nantinya akan dipimpin langsung oleh seorang perwira tinggi berpangkat jenderal bintang tiga.
“Untuk kontingen pasukan pemelihara perdamaian sudah tahap seleksi. Kemudian rencana nanti dipimpin oleh jenderal bintang 3,” ujar Agus usai rapat tertutup dengan Komisi I DPR, Senin lalu.
Di bawah komando jenderal bintang tiga itu, akan dibentuk sebuah Brigade Komposit. Susunannya cukup lengkap. Ada Batalyon Kesehatan, Batalyon Zeni Konstruksi, ditambah Batalyon Bantuan dan Batalyon Bantuan Mekanis. Tak cuma pasukan darat, TNI juga menyiapkan dukungan udara dan laut.
“Kemudian juga ada unsur udara, kita menyiapkan helikopter, kemudian pesawat C-130 Hercules, dan kita siapkan dua kapal rumah sakit dari Angkatan Laut lengkap dengan helikopter yang ada di pesawat (kapal) tersebut,” sambung Agus.
Di sisi lain, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin yang hadir dalam kesempatan yang sama menegaskan bahwa persiapan ini tak lepas dari instruksi Presiden Prabowo Subianto.
“Kami telah menerima perintah persiapan dari Bapak Presiden untuk mempersiapkan Pasukan Pemeliharaan Perdamaian di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Jadi kita akan membawa mandat PBB dan ini pasukan ini secara substansi dipersiapkan oleh Panglima TNI,” ungkap Sjafrie.
Soal jumlah, pemerintah memang punya rencana besar: mengirim sekitar 20 ribu personel. Tapi jangan bayangkan ini seperti merekrut pasukan baru. Menurut Mayjen Freddy Ardianzah selaku Kapuspen TNI, angka 20 ribu itu sebenarnya mencerminkan kapasitas yang sudah ada di tubuh TNI.
“Personel tersebut berasal dari satuan yang rutin menjalani pembinaan OMSP dan misi PBB, sehingga kemampuan dasar, interoperabilitas, kesiapsiagaan logistik, dan operasi di berbagai medan sudah terbentuk,” jelas Freddy pada Minggu (16/11).
Intinya, mereka sudah terlatih. Sudah siap. Tinggal menunggu lampu hijau dari pemerintah. Untuk misi Gaza ini, fokusnya ada pada dua kemampuan inti: kesehatan dan zeni konstruksi. Dua hal yang sangat krusial di tengah situasi kemanusiaan yang memprihatinkan.
“Untuk latihan khusus, TNI tetap menunggu mandat final, namun secara prinsip pasukan siap melaksanakan keputusan pemerintah secara profesional, proporsional, dan sesuai legal standing nasional dan internasional,” pungkas Freddy.
Jadi, semua sudah di atas meja. Tinggal menunggu keputusan final dan mandat yang jelas. Lalu, apakah benar-benar 20 ribu personel yang akan berangkat? Itu masih jadi pertanyaan. Yang pasti, TNI menyatakan kesiapannya.
Artikel Terkait
Asuransi Astra Gelar Kompetisi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa, Siapkan Hadiah Rp70 Juta
TNI Bantah Kabar Penggusuran SD di Ende untuk Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih
Venus dan Jupiter Tampak Saling Berdekatan Malam Ini, Fenomena Konjungsi Langka Terjadi
Presiden Prabowo Terima Surat Kepercayaan dari Sembilan Dubes di Istana