Nah, yang menarik, produksi dalam negeri juga lagi naik daun. Musim tanam dan panen di berbagai daerah disebut sedang menguat. Produksi sudah berjalan sejak awal tahun, dan puncaknya diprediksi terjadi pada panen raya April nanti.
Kalau lihat data Proyeksi Neraca Pangan Nasional 2026, gambaran surplusnya makin jelas. Total ketersediaan beras diprediksi tembus lebih dari 47 juta ton. Sementara kebutuhan nasional sepanjang tahun cuma sekitar 31 juta ton. Selisihnya cukup signifikan.
Komoditas lain pun tak kalah. Jagung diproyeksi punya stok akhir sekitar 4,99 juta ton. Untuk protein hewani, stok daging ayam ras sekitar 1,7 juta ton dan telur ayam ras 949 ribu ton. Gula konsumsi juga diperkirakan punya cadangan 1,33 juta ton.
Intinya, menurut Ketut, kondisi ini menunjukkan produksi dalam negeri yang tangguh. Itulah yang jadi tulang punggung utama.
“Komoditas seperti cabai, bawang merah, telur, ayam, itu produksi dalam negeri semua. Jadi kita sudah sangat-sangat sufficient, sangat kuat produksinya,” jelasnya.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil
Laba Bersih Hartadinata Abadi Melonjak 121% Jadi Rp979,6 Miliar pada 2025