Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo baru-baru ini buka suara. Ternyata, ada tawaran yang mengalir ke dirinya untuk menduduki kursi menteri kepolisian. Tawaran itu muncul seiring wacana memindahkan Polri ke bawah sebuah kementerian khusus.
Dalam Rapat Kerja bersama Komisi III DPR RI di Senayan, Senin lalu, Sigit mengungkapkan hal itu dengan cukup blak-blakan. Dia menyebut beberapa kali mendapat desakan terkait masa jabatannya yang sudah mendekati lima tahun.
"Jadi kalau tadi saya harus memilih karena beberapa kali ada yang menyampaikan, 'Kapolri sudah 5 tahun, 5 tahun'. Kalau saya harus memilih, dan kemarin sudah saya sampaikan bahkan ada beberapa orang yang menyampaikan kepada saya lewat WA, 'Mau ndak Pak Kapolri jadi menteri kepolisian'. Dalam hal ini saya tegaskan di hadapan Bapak-Bapak Ibu-Ibu sekalian dan seluruh jajaran, bahwa saya menolak polisi di bawah kementerian,"
Begitu penegasannya di hadapan para anggota dewan.
Lalu, apa pilihannya? Sigit justru punya jawaban yang mengejutkan. Daripada menerima tawaran menteri, dia lebih memilih jadi petani. Serius? Ya, begitulah pernyataannya.
"Dan kalaupun saya yang menjadi menteri kepolisian, saya lebih baik menjadi petani saja,"
Alasannya jelas. Menurut Sigit, ide memasukkan Polri ke dalam struktur kementerian justru berbahaya. Bukan cuma melemahkan institusi Bhayangkara, tapi juga negara dan posisi Presiden RI sendiri.
"Oleh karena itu, saya anggap meletakkan Polri di bawah kementerian sama saja melemahkan institusi Polri, melemahkan negara dan melemahkan presiden,"
imbuhnya tegas.
Dia khawatir, langkah seperti itu akan menciptakan 'matahari kembar' dalam kepemimpinan. Kekhawatiran tentang dualisme komando itu yang membuatnya bersikukuh. Sigit pun berpesan keras kepada seluruh jajarannya.
"Dan saya minta seluruh jajaran laksanakan ini, perjuangkan sampai titik darah penghabisan,"
pesannya, menegaskan agar Polri tetap berjuang untuk berada langsung di bawah komando presiden.
Nah, di sisi lain, dukungan untuk posisi Sigit ternyata kuat. Seluruh fraksi di Komisi III DPR RI dalam rapat itu sepakat mendukung Polri tetap di bawah presiden. Sebuah konsensus yang langka.
Mendapat dukungan penuh itu, Kapolri pun menyampaikan terima kasih.
"Terima kasih atas dukungan dari seluruh mitra yang menempatkan Polri tetap di bawah presiden di mana ini adalah bagian dari mandat reformasi yang tentunya harus ditindaklanjuti,"
ujar Sigit. Sebuah babak penting yang, setidaknya untuk saat ini, mengukuhkan posisi Polri dalam struktur negara.
Artikel Terkait
Polres Serang Bekuk Dua Kelompok Curanmor Bersenpi, Motor Curian Dikirim ke Karawang dan Lampung
Poros Maritim Dunia Mulai Rasakan Dampaknya di Sulawesi Tenggara, dari Tol Laut hingga Hilirisasi Perikanan
Presiden Prabowo Lantik Sejumlah Pejabat Hari Ini, Aktivis Buruh Jumhur Hidayat Masuk Daftar
72 Kloter Haji 2026 Telah Diberangkatkan, Layanan Fast Track Makkah Route Jangkau 125 Ribu Jemaah