Lalu, bagaimana kondisi neracanya? Di tengah badai di laporan laba rugi, posisi ekuitas justru sedikit menguat. Per akhir 2025, total ekuitas tercatat Rp5,4 triliun, naik tipis 0,7%. Tapi jangan senang dulu. Liabilitas atau kewajiban perusahaan malah melonjak 16,6% menjadi Rp1,97 triliun. Peningkatan utang yang cukup tajam ini patut menjadi perhatian.
Total aset memang tumbuh 4,6% menjadi Rp7,37 triliun. Namun, dari sisi likuiditas, ada sinyal yang perlu diwaspadai. Kas dan setara kas MLIA menyusut cukup drastis, turun 18,5% menjadi Rp508,26 miliar. Dibandingkan posisi akhir 2024 yang Rp623,29 miliar, jelas terlihat ada tekanan pada pundi-pundi kas perusahaan.
Secara keseluruhan, laporan ini menandai periode yang menantang bagi MLIA. Mereka harus berjuang keras membalikkan keadaan di tengah tekanan biaya dan penurunan pendapatan yang terjadi bersamaan.
Artikel Terkait
Laba Bersih Matahari Department Store Anjlok 12,4% di Tahun Buku 2025
Laba Bersih Hermina (HEAL) Anjlok 20% Meski Pendapatan Naik
Bapanas Klaim Stok Pangan Nasional Kuat Hadapi Ancaman Godzilla El Nino 2026
Laba Bersih Tjiwi Kimia Turun 7,2% di 2025 Meski Penjualan Stabil